Share

Klaster Covid-19 Muncul di Sekolah, PTM 100 Persen Tetap Berjalan

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 624 2534058 klaster-covid-19-muncul-di-sekolah-ptm-100-persen-tetap-berjalan-DGb8nyZ0o4.jpg MAN 2 Kota Malang (Foto : MPI/Avirista)

MALANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Malang tetap berjalan meski sudah muncul klaster Covid-19 di sekolah. Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, memaklumi bila ada kasus Covid-19 di sekolah yang terdeteksi.

Maka yang terpenting adalah mitigasi dalam mengantisipasi sebelum kejadian dan pasca ada temuan kasus Covid-19 di proses pembelajaran tatap muka.

"Saya kira sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa yang penting mitigasi di kita, dengan cara Prokes dikuatkan. Ada sebuah kewajaran sebetulnya, ada satu dua tapi segera diatasi," ungkap Sutiaji ditemui di Balai Kota Malang, pada Selasa siang (18/1/2022).

Ia mengakui bila ada klaster penyebaran Covid-19 pada pembelajaran tatap muka yang muncul di Kota Malang, tetapi hal itu telah ditangani dengan mempercepat tracing dan testing kepada mereka yang kontak erat.

"Di sana kan boarding school jadi lebih mudah untuk tracing, karena yang kena itu siswa. Kemudian melakukan isolasi mandiri, dan yang lain sudah dilakukan tracing. Hari ini kita lakukan tracing lagi untuk seluruh karyawan dan guru, seluruh siswa, sekarang sudah dilakukan tracing," katanya.

Baca Juga : 8 Siswa MAN 2 Malang Positif Covid-19, PTM Ditiadakan

Dirinya menegaskan tak akan menutup sekolah dan membatasi mobilitas aktivitas warga, asalkan semuanya didasari pada protokol kesehatan.

"Kalau satu tutup semua tutup ya kapan ekonomi kita mau bergerak, harus ada keberanian dengan catatan kita tidak boleh abai terhadap prokes," ucapnya.

Di sisi lain Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif menuturkan, seluruh siswa MAN 2 Kota Malang yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah dilakukan penanganan dan treatment. Sedangkan mereka yang ditemukan kontak erat telah dilakukan testing kepada mereka yang kontak erat.

"Kronologinya kontak erat dengan yang positif, untuk yang Ma'had tetap Prokes teknisnya sudah ada penanggungjawabnya sudah ada zona merah, hijau dan kuning," ucap Husnul.

Terkait apakah adanya rekomendasi Dinkes Kota Malang untuk mengevaluasi PTM 100 persen, Husnul menyebut itu bukan wewenangnya. "Untuk kebijakan apakah ada perubahan PTM 100 persen ada di Pak Wali Kota," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 8 siswa MAN 2 Kota Malang terpapar Covid-19. Mereka terpapar diduga dari satu siswa yang lebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19 usai menghadiri pernikahan di Kepanjen, Kabupaten Malang. Selanjutnya, siswa yang mengikuti PTM 100 persen diduga tertular dari satu siswa yang bersangkutan.

Akibatnya, PTM 100 persen pun ditiadakan, sekolah ditutup dan para murid, serta guru kembali melakukan pembelajaran daring sejak Selasa 18 Januari 2022 hingga dua pekan ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini