KOTA MALANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) di MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, ditiadakan akibat terdapat 8 orang positif Covid-19. Para siswa positif Covid-19 terpapar dari salah satu siswa yang sudah lebih dulu terjangkit.
Sejak Selasa pagi (18/1/2022) hingga pukul 11.30 WIB, tak ada aktivitas apapun di sekolah yang berada di Jalan Bandung, Kota Malang ini. Pagar sekolah pun tertutup dengan penjagaan satpam.
Beberapa orang yang tak berkepentingan tidak diizinkan masuk. Sementara di dalam area sekolah hanya ada beberapa tenaga pendidik dan siswa yang berada di area Ma'had atau pondok pesantren di dalam sekolah.
Langkah belajar daring dilakukan setelah adanya temuan sejumlah siswa yang terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR dan antigen. Penutupan dan pemberlakuan pembelajaran daring ditetapkan sejak Selasa (18/1/2022) ini hingga 14 hari ke de pan.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Mohammad Husnan mengungkapkan, awalnya ada satu siswanya kelas XII yang terlebih dahulu terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Siswa ini diduga kuat terpapar Covid-19 dari luar sekolah.
"Tanggal 8 (Januari) dia dengan teman-teman sekolah lain menghadiri acara pernikahan di Kepanjen. Kemudian hari Senin anak ini masuk ke sekolah. Merasa sudah enggak enak badan pada hari Jumat malam setelah di PCR ternyata anak ini positif," ucap Husnan ditemui MNC Portal di ruang kerjanya.
Selanjutnya, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bergerak melakukan pelacakan sejumlah siswa dan guru yang terindikasi kontak erat. Total ada sekitar 39 siswa dan guru yang dilakukan tes swab antigen.
"Hari Senin juga diantigen ada 8 siswa yang bahasanya reaktif antigen. Sementara untuk gurunya alhamdulillah negatif. (Total murid yang dites sekelas) 33, ada gurunya juga yang kebetulan kegiatan hari Senin itu, minimal di dalam satu kelas sudah diantigen semua. Alhamdulillah smeuanya negatif semua," tuturnya.
Baca Juga : Nadiem : PTM 100% Dapat Dihentikan Jika Daerah Berstatus PPKM Level 3-4
Dari 8 siswa yang terpapar Covid-19, dua di antaranya disertai gejala demam, batuk, dan flu, termasuk satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di awal. Sementara 6 orang saat ini para siswa yang terpapar Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dengan pengawasan petugas dinas kesehatan.