MAMUJU - Satu tahun paska gempa 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sekolah Dasar (SD) Inpres Simbro masih belajar di tenda darurat. Kondisi ini dikeluhkan para siswa dan tenaga pendidik. Pihak sekolah hanya bisa pasrah karena kondisi tersebut sudah dilaporkan ke pemerintah kabupaten dan provinsi namun belum ada langkah nyata.
Sekolah ini masih menggunakan dua tenda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berwarna orange, dua tenda bantuan kementrian pendidikan dan satu bagunan berbentuk gubuk dari relawan.
Baca juga: Pasca-Gempa, 2 Desa di Mamuju Masih Terisolir
Mirisnya sebagian tenda yang digunakan para siswa belajar sudah mengalami robek pada bagian samping serta ada juga tenda yang tiang penyangganya mulai rusak akibat termakan usia.
Akibat kondisi ini, sering kali siswa merasa tidak nyaman belajar lantaran kepenasan jika kodisi cuaca cerah. Sedangkan ketika hujan turun, tenda akan mengalami kebanjiran.
Baca juga: Korban Gempa Mamuju Kesulitan Air Bersih
Berdasarkan data dinas pendidikan dan pemudah olah raga Kabupaten Mamuju, ada 24 bangunan sekolah yang rusak parah paska gempa 15 Januari 2021 lalu. Yaksi bangunan SD sebanyak 22 dan dua bangunan sekolah menengah pertama (SMP).
(Susi Susanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik