Pada saat awal mula tercipta kedua ide tersebut, Abyan dan kawan-kawannya langsung merencanakan uji kelayakan dengan mengikuti kompetisi tingkat internasional.
“Awal mula terciptanya ide tersebut, kami langsung merencanakan uji kelayakannya dengan mengikuti kompetisi tingkat internasional karena kami berharap impact yang kami berikan bukan hanya di lingkup nasional saja, tapi juga sampai dengan lingkup internasional. Kompetisi tersebut juga menjadi jembatan bagi kami dalam mengevaluasi dan melengkapi apa-apa yang perlu dibenahi agar ide yang kami ciptakan dapat direalisasikan semaksimal mungkin dan alhamdulillah terdapat beberapa penghargaan yang sudah kami peroleh dalam beberapa kompetisi. Untuk aplikasi Masjiduna mendapatkan penghargaan Gold Medal International Avicenna Youth Science Fair (IAYSF) 2021 di Iran pada Oktober lalu dan Silver Medal International Invention and Innovation Competition (I3C) 2021 di Malaysia pada November lalu. Sementara untuk aplikasi Acacia, kami memperoleh penghargaan berupa Bronze Medal World International Competition and Exhibition (WICE) 2021 di Malaysia pada September lalu dan Bronze Medal International Science and Invention Fair (ISIF) 2021 pada Oktober lalu,” jelas Abyan.
Dalam mengembangkan kedua aplikasi tersebut, tentu Abyan dan teman-temannya sempat mengalami hal sulit. Pada masa sulit ini, mereka harus mampu menerjemahkan solusi atas permasalahan yang ada untuk diwujudkan dalam bentuk fitur aplikasi.
“Yang tersulit adalah ketika kami benar-benar harus dengan matang menerjemahkan solusi atas permasalahan yang ada, untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk fitur yang kami hadirkan pada aplikasi tersebut karena pada dasarnya, kami benar-benar berfokus pada pematangan konsep agar nantinya dapat diterapkan dengan baik pada keberlangsungannya di lapangan. Jadi dalam proses pengembangannya, kami berorientasi kepada beberapa faktor pertimbangan seperti impact (dampaknya diciptakan untuk siapa), solve (problem apa, hendak merubah apa), validity (valid atau realistis tidak berdasarkan kondisi yang ada), dan relevance (relevan atau tidak ketika kami menghadirkan aplikasi ini kepada masyarakat, apakah benar-benar dapat menciptakan manfaat atau minim manfaat),” ungkapnya.