Meski demikian, Rini menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki sistem belajar yang mumpuni. Dengan demikian, dipastikan semua siswa tidak mengalami learning loss.
“Kalau dari sisi akademis kita tidak terlalu tertinggal jauh, karena semua kriteria ketuntasan itu kita penuhi. Tapi yang kita rasakan itu justru di sisi sosialnya,” katanya.
Pasalnya, kata dia, bahwa pendidikan itu sejatinya bukan semata tentang akademis, tapi juga soal karakter dan kehidupan sosial.
“Mereka bisa berinteraksi secara online, tapi biar bagaimana pun interaksi sosial tidak akan bisa tergantikan,” tandasnya.
Oleh karena itu, ke depan, setelah adanya program vaksinasi anak, sekolah-sekolah diperkenankan untuk lebih luas menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
“Semoga dengan vaksinasi yang lebih masal ini, kita bisa lebih banyak bolehnya. Sekarang masih 50 %, setidaknya Januari tahun depan kita boleh 75 %,” harapnya.
(Angkasa Yudhistira)