Share

Pertemukan IPB dan Swinburne University of Technology, Atdikbud Canberra Dorong Kerja Sama Kampus Indonesia-Australia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 Desember 2021 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 65 2514791 pertemukan-ipb-dan-swinburne-university-of-technology-atdikbud-canberra-dorong-kerja-sama-kampus-indonesia-australia-nVn91wuXdb.jpg Foto: Dok. Okezone.

MELBOURNE – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) RI Canberra memfasilitasi pertemuan antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Swinburne University of Technology (SUT) untuk membahas kerja sama antara kedua universitas tersebut. Pertemuan ini merupakan salah satu upaya dari KBRI Canberra untuk meningkatkan kerjasama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Australia.

BACA JUGA: Atdikbud RI Canberra Promosikan IISMA di Australian National University

Dalam pertemuan itu hadir Farah Fahma sebagai perwakilan dari Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB, sementara SUT diwakili oleh Vice-Chancellor Research Performance and Development, Swinburne University of Technology, Alan K T Lau, bersama Director of Transport Innovation Center, M Akbar Rhamdhani dan International Research Engagement Manager, Anisa Santoso.

Atdikbud RI Canberra Mukhamad Najib menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melalui kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (Kemdikbudristek) sedang mendorong kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Dalam kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka mahasiswa didorong untuk bisa belajar dan mendapatkan pengalaman dari kampus-kampus lain, termasuk kampus luar negeri. Begitu juga dengan para dosen Indonesia, didorong untuk memiliki pengalaman internasional seperti melakukan visiting research dan visiting lecture di kampus-kampus luar negeri.

BACA JUGA: Bertemu Atdikbud, BBI Canberra Berupaya Tingkatkan Promosi Budaya dan Bahasa Indonesia

Agar program ini sukses, maka diperlukan universitas mitra di luar negeri yang bersedia menjadi host university. Dalam kesempatan ini Atdikbud mengajak Swinburne University of Technology menjadi salah satu kampus mitra dalam implementasi kebijakan Medeka Belajar-Kampus Merdeka.

“Kampus-kampus di Indonesia memerlukan mitra luar negeri yang berkualitas sebagai tempat mahasiswa dan dosen melakukan pengayaan. Saya mengajak kampus di Australia untuk bermitra dengan universitas di Indonesia, dalam hal ini saya mempertemukan Swinburne University of Technology dan IPB agar bisa saling mengenal dan selanjutnya bisa membangun kemitraan yang produktif,” tutur Najib sebagaimana dikutip dalam keterangan pers, Jumat (10/12/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam, Farah Fahma menyampaikan profil IPB sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Departemen Teknologi Industri Pertanian sebagai salah satu departemen yang mengelola program internasional.

Menurut Farah, TIN IPB menyiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang mampu mengembangkan agroindustri berkelanjutan melalui pendekatan yang terintegrasi dalam menciptakan nilai tambah produk pertanian dan sumber daya alam lainnya.

“Untuk mencapai tujuan pembelajaran pada program internasional, kami mewajibkan mahasiswa untuk belajar satu sampai dua semester di universitas mitra, baik dalam bentuk summer course program, international conference, credit earning maupun join research. Oleh karena itu kami berharap SUT bisa menjadi salah satu mitra internasional kami,” jelasnya.

Sementara Alan menyampaikan bahwa SUT telah memiliki pengalaman yang banyak dalam pengembangan kerjasama internasional, baik dengan universitas maupun dengan industry, bahkan SUT telah memiliki cabang di Malaysia.

“Banyaknya mahasiswa internasional dan dosen yang melakukan kegiatan internasional akan sangat baik dalam meningkatkan ranking universitas, oleh karena itu kami menyambut baik niatan IPB untuk bekerjasama mengirimkan mahasiswa dan dosennya ke Swinburne,” tutur Alan.

Alan juga menyampaikan bahwa inovasi dalam bidang pertanian termasuk smart farming menjadi salah satu area penting yang dikembangkan di Swinburne.

“Jujur saya katakan, selain e-commerce, pertanian merupakan bidang yang sangat prospektif. Saya sangat mendukung apabila IPB bisa bekerja sama dalam pengembangan inovasi digital khususnya di bidang pertanian,” jelas Alan.

Dalam kesempatan tersebut Alan menyampaikan bahwa dirinya bersedia berbagi rahasia dalam meningkatkan ranking universitas di tingkat dunia. Menurutnya Indonesia bisa meningkatkan ranking internasional meski anggaran dananya terbatas.

“Kami di Swinburne memiliki pengalaman bagaimana meningkatkan rangking internasional secara signifikan, kami siap untuk bertukar pikiran mengenai hal ini kepada kampus-kampus di Indonesia, termasuk dengan IPB,” tutup Alan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini