Moeldoko Kunjungi PUI Baterai Lithium UNS

Tim Okezone, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 65 2513487 moeldoko-kunjungi-pui-baterai-lithium-uns-hJOgDYqy8M.jpeg Foto: Dok. Humas UNS.

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko Ginting mengunjungi Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI Baterai Lithium) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Selasa (7/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Moeldoko turut didampingi oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS; Prof. Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo; dan Ketua PUI Baterai Lithium UNS, Prof. Agus Purwanto.

BACA JUGA: Baterai Lithium UNS Diharapkan Mampu Mendorong Produksi Kendaraan Listrik Dalam Negeri

“Riset mengenai pengembangan teknologi listrik terutama baterai lithium sudah dilakukan sejak 2012 silam. Baterai ini sudah diujicobakan pada sepeda listrik, motor listrik, dan mobil listrik. Melihat potensi ini, kami optimistis bahwa baterai lithium akan semakin berkembang di Indonesia,” kata Prof. Jamal dalam sambutannya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers, Selasa.

Prof. Jamal mengatakan bahwa UNS merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mengembangkan produksi baterai litihum. Dia juga memberi contoh penggunaan baterai lithium di UNS pada sepeda listrik dan mobil listrik yang digunakan setiap hari Jumat minggu pertama.

BACA JUGA: Menko Luhut: RI Berpotensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua di Dunia

Sementara itu, Moeldoko menyampaikan apresiasi kepada UNS yang berhasil mengembangkan baterai lithium. Ia juga menyampaikan bahwa hal tersebut senada dengan komitmen Indonesia dalam COP26 bulan lalu yang akan berupaya menekan emisi guna mengurangi dampak dari perubahan iklim.

“Presiden sangat mendukung industri terbarukan. Ini momentum dan potensi bagi Indonesia untuk melompat lebih jauh lagi dalam industri kendaraan listrik. Apalagi setelah munculnya Perpres No 55 tahun 2019, semua stakeholder langsung bergerak,” tuturnya.

Ketua PUI Baterai Lithium UNS Prof. Agus Purwanto mengatakan bahwa proses pengujian baterai listrik ini memerlukan fasilitas yang sesuai dengan standar nasional.

“Sertifikasi baterai harus disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Jadi, tidak menganut sistem yang berbeda dari yang di ujikan supaya yang diujikan tidak berbeda jauh dari yang dibutuhkan dalam skala nasional. Jadi kembali ke kemampuan kita, baik itu pembuatan dan produksi,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini