Berpesan Kepada Pelajar di Luar Negeri, Mahfud MD: Jangan Lupa Pulang ke Indonesia

Riezky Maulana, iNews · Selasa 07 Desember 2021 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 65 2513107 berpesan-kepada-pelajar-di-luar-negeri-mahfud-md-jangan-lupa-pulang-ke-indonesia-XoIS5SyjKd.jpg Menko Polhukam Mahfud MD.

JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD berpesan kepada para pelajar Indonesia di luar negeri untuk tidak lupa pulang ke Tanah Air dan membantu membangun masyarakat dan bangsa. Menurut Mahfud, Indonesia menunggu pembangunan untuk direalisasikan oleh anak bangsa.

"Pergilah menuntut ilmu, timbalah pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin. Jadilah orang hebat! Tapi ingat, Anda harus memastikan diri kembali pulang untuk membangun masyarakat, membangun negeri, dan membangun peradaban bangsa ini. Bangsa dan negara ini menunggu pengabdian Anda untuk bersama-sama mewujudkan era keemasan," ujarnya saat memberi arahan virtual peraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dikutip Selasa (7/12/2021).

BACA JUGA: Sri Mulyani soal Penerima Dana Pendidikan Rp542,8 Triliun

Mahfud juga mengingatkan para penerima LPDP agar terus berjuang membangun negeri. Dia juga mengingatkan agar para pelajar mampu menjadi benteng negara dalam melawan korupsi.

"Jangan meniru perilaku orang-orang koruptif dalam bekerja. Bekerjalah secara tertib dan profesional," tegas Mahfud.

Beberapa perwakilan penerima beasiswa LPDP diberi kesempatan berdialog langsung dengan Mahfud.

BACA JUGA: Menkopolhukam Mahfud MD Minta Korupsi Jangan Dipandang Sebagai Budaya

Rani, salah satu penerima beasiswa LPDP Program Magister Public policy University of Melbourne bertanya, apa yang harus dilakukan, jika suatu saat dirinya berhadapan dengan perilaku koruptif yang menurutnya mengakar di Indonesia.

"Prof Mahfud tadi menyampaikan, kita harus kembali ke Indonesia dan tak boleh masuk dalam perilaku yang koruptif. Tapi sering kali ketika kita kembali ke Indonesia, tidak dipungkiri kita dikelilingi orang-orang yang koruptif, apa yang harus kita lakukan ketika berada di situasi seperti ini?" tanya Rani.

Menjawab pertanyaan itu, Mahfud mengatakan bahwa perilaku koruptif haru diatasi bersama. Dia juga mengatakan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, Indonesia terus berbenah, semakin terbuka dan transparan.

"LPDP adalah bagian dari pemerataan pendidikan melalui persaingan yang sehat. Nah, kalian sekarang sedang berada di dalam situasi dimana negara terus memperbaiki diri. Kalian punya tugas untuk membawa proses ini ke arah yang sudah ditentukan peta jalannya menuju tahun 2045," ungkap Mahfud.

Mahfud meminta para penerima beasiswa LPDP ini, dapat memanfaatkan kesempatan yang telah diraih dengan sebaik-baiknya serta menekuni bidang ilmu yang sedang di dalami. Tetapi satu hal yang musti diingat, jangan tinggalkan identitas ke-Indonesiaan dan kebangsaan harus dipegang teguh.

"Kadang kala ada yang mengalami sindrom inferior, seolah kita berada di bawah negara lain, khususnya negara Eropa. Apapun yang berasal dari sana dianggap pasti benar. Hal ini tentu tidak benar karena setiap masyarakat memiliki akar nilai dan budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat itu sendiri," katanya.

"Kalian pergi dengan merah putih, harus kembali dengan merah putih. Musuh anda adalah hawa nafsu anda sendiri," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini