Share

Did You Know: Guiding Block, Jalan Pemandu Para Disabilitas

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 65 2510300 did-you-know-guiding-block-jalan-pemandu-para-disabilitas-AwqEkmIG4H.jpg Guiding block. (Foto: Pemprov DKI)

JAKARTA - Kamu sering menjumpai balok kuning seperti ini di trotoar, stasiun, atau area publik lainnya? Tahukah kamu nama blok balok tersebut dan apakah fungsinya?

Sering kali masyarakat menganggap blok balok kuning ini sekedar hiasan jalan yang diwarnai atau bahkan menganggapnya sebagai pembatas jalan. Banyak yang tidak tahu blok balok kuning ini adalah jalan pemandu disabilitas yang disebut dengan guiding block.

Berdasarkan PM No.30 Tahun 2006, yang diunggah dalam akun Twitter @Kemenhub RI, Guiding Block adalah jalur untuk memandu para penyandang disabilitas berjalan dengan memanfaatkan tekstur ubin.


Baca juga: Did You Know: Mengapa Sapi Terlihat Selalu Mengunyah?


Baca juga: Did You Know: Doctor Honoris Causa, Apa Itu?

Blok pemandu jalan berwarna kuning ini ditujukan bagi penyandang disabilitas sensorik netra agar dapat melintas dengan mudah.

Fasilitas ini dibangun pemerintah sebagai upaya memberikan akses bagi penyandang tunanetra agar dapat berjalan kaki secara mandiri dan beraktivitas mengikuti garis kuning atau blok tersebut di area publik.

Adapun keterangan yang diunggah dari Instagram @kemensosri bahwa jalan pemandu disabilitas didesain dengan warna kuning agar mencolok dan memiliki permukaan menonjol agar kaki penyandang disabilitas bisa merasakan bentuknya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pemasangan guiding block juga tidak sembarangan dan dibuat dengan benar. Mengingat setiap tekstur timbul (permukaan menonjol) di blok-blok tersebut memiliki arti tersendiri bagi disabilitas.

Secara umum, guiding block memiliki dua pola yakni pola garis-garis (line type) dan pola titik-titik (spot type).

Untuk pola garis yang terdiri dari empat garis memanjang berarti menunjukkan peringatan jalan. Sedangkan, pola titik-titik yang terdiri dari 30 titik berarti menunjukkan peringatan berhenti atau ada halangan dan belokan di depan.

Meskipun telah banyak dibangun di area publik guiding block ini masih sering disalahgunakan bahkan sampai dirusak oleh masyarakat.

Terlebih masalah utamanya karena ketidaktahuan masyarakat terhadap fungsi fasilitas tersebut. Guiding block yang dibangun di trotoar masih sering dialihfungsikan pedagang kaki lima yang menutupnya sehingga membuat penyandang disabilitas kesulitan menemukan jalan.

Mengatasi hal tersebut, pemerintah juga sebaiknya lebih gencar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar penggunaan buiding block.

Kini, bagi kamu yang sudah mengetahui fungsinya bisa bantu menjaga dan jangan sampai disalahgunakan ya!

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini