Upacara Hari Guru Nasional, Nadiem: Pandemi Tak Padamkan Semangat Guru

Rio Erfandi, MNC Portal · Kamis 25 November 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 624 2507131 upacara-hari-guru-nasional-nadiem-pandemi-tak-padamkan-semangat-guru-lLUtSNjt8D.jpg Nadiem Makarim memimpin Upacara Hari Guru Nasional 2021. (Foto: Kemendikbudristek)

JAKARTA – Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2021 digelar di halaman kantor Mendikbudristek, Senayan, Jakarta, hari ini Kamis (25/11/2021). Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim bertindak sebagai pemimpin upacara.

Nadiem Makarim sangat mengapresiasi peran guru seluruh Indonesia. Tahun lalu penuh dengan ujian, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurut Nadiem, situasi tak melunturkan semangat guru untuk memberikan pembelajaran kepada murid, meski dari jauh.

Tak hanya itu, para guru juga mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum mereka kenal. Peran guru juga menyederhanakan kurikulum untuk mereka tidak belajar di bawah tekanan.

"Ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya meninap di rumah guru penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pondok pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa dari mereka," ujar Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Jokowi Apresiasi Dedikasi Guru Mengajar di Tengah Pandemi

Malahan, kata Nadien, para guru justru semakin bersemangat untuk terus mendidik para murid.

"Saat saya sarapan bersama mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka," sambungnya.

"Di situlah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tetapi justru menyalakan obor perubahan,” tukasnya.

Nadiem memahami bahwa guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahreraan yang manusiawi.

"Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Guru seluruh Indonesia juga menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia pun, menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini