3 Tokoh yang Berperan dalam Peringatan Hari Guru, Dimulai Tahun 1943

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 25 November 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 624 2506942 3-tokoh-yang-berperan-dalam-peringatan-hari-guru-dimulai-tahun-1943-j0Iwyrn6Vi.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

PERSATUAN Guru Republik Indonesia atau PGRI adalah organisasi profesi yang beranggotakan guru maupun tenaga pendidik di Indonesia. PGRI berdiri pada 25 November 1945 yang juga diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Di balik berdirinya PGRI dan peringatan Hari Guru, terdapat tokoh hebat yang memiliki andil.

1. Amin Singgih

Pada tahun 1943, Amin Singgih mendirikan sebuah perserikatan yang diberi nama Guru. Bersama kawan-kawannya ia memberikan teladan nyata bahwa guru-guru Indonesia tetap menempuh kesatuan nasional.

Selain itu, Amin tercatat sebagai pelopor Kongres yang berlangsung tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan yang dilaksanakan di Sekolah Guru Puteri (SGP) Surakarta, Jawa Tengah, bersama Rh. Koesnan dan kawan-kawan. Kongres itu dikenal sebagai kongres guru pertama, berlangsung pada 24-25 November 1945.

2. Rh. Koesnan

Rh. Koesnan pernah menjabat sebagai ketua kongres guru II pada tanggal 21-23 November 1946 di Surakarta, Jawa Tengah. Sebelumnya dia pernah menjadi wakil ketua kongres I mendampingi Amin Singgih. Hasil kongres yang dia pimpin menghasilkan tiga tuntutan yang diajukan kepada pemerintah, yaitu:

1. Sistem pendidikan agar dilakukan atas dasar kepentingan nasional.

Baca Juga : Sejarah Hari Guru, Berawal di Zaman Belanda dan Ditetapkan Presiden Soeharto

2. Gaji guru supaya tidak dihentikan.

3. Diadakannya Undang-undang Pokok Pendidikan dan Undang-undang Pokok Perburuhan.

Tuntutan ini diperhatikan oleh pemerintah. Rh. Koesnan pun menjadi anggota Panitia Gaji Pemerintah pada Kementerian Keuangan. Kemudian, Rh. Koesnan bersama Zahri diangkat menjadi angota KNIP pleno. Terakhir, Rh. Koesnan ditunjuk sebagai menjadi Menteri Sosial dan Perburuhan pada kabinet Hatta.

3. Soejono Kromodimoeljo

Dalam sejarah, Soejono menjabat sebagai ketua I pada kongres guru III, menggantikan Rh. Koesnan. Hal ini dikarenakan Rh. Koesnan pada waktu itu telah ditunjuk sebagai Menteri Sosial dan Perburuhan. Kongres III PGRI ini diadakan di Madiun Jawa Timur pada 27-29 Februari 1948.

Pada masa kepemimpinannya, Soejono menegaskan kembali tentang haluan dan sifat perjuangan PGRI, yaitu:

1. Mempertahankan NKRI.

2. Meningkatkan pendidikan dan pengajaran nasional sesuai dengan falsafah Pancasila/tata kehidupan bangsa dan UUD 1945.

3. Tidak bergerak dalam lapangan politik (nonpartai politik).

4. Bergerak di tengah-tengah masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini