Fakultas Kedokteran Unjani Gagas Sistem Informasi Online bagi Ibu Hamil

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 19 November 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 65 2504356 fakultas-kedokteran-unjani-gagas-sistem-informasi-online-bagi-ibu-hamil-E5JnzsbdOe.jpg Foto: istimewa

BANDUNG - Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Yani (Unjani) menggagas lahirnya sistem informasi online bagi ibu hamil. Sistem ini akan memudahkan pemantauan ibu hamil oleh bidan atau pihak kesehatan terkait lainnya.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Unjani, Hindun Saadah, pihaknya sudah melakukan uji coba penggunaan sistem informasi yang membantu bidan dalam mencatat data pelayanan Ante Natalcare (ANC) secara digital. Sistem ini telah diterapkan melalui program pengabdian masyarakat di Puskesmas Batujajar Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga: Unjani Siapkan Rp1,5 Triliun Bangun Smart Military University

Pelaksanaan pengisian data ANC dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2021. Untuk proses ini, pihaknya melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Saint dan Informatika (FSI).

"Jadi kami membuat aplikasi berbasis web yang berisikan informasi mengenai data-data hasil pemeriksaan ANC ibu hamil juga data yang berisikan informasi saat persalinan," jelas dia.

Dalam aplikasi ini data ANC ibu hamil dimasukan dengan tujuan untuk mempermudah pelaporan dan pencatatan. Selain itu juga dapat dengan mudah mendeteksi perkembangan janin. Pengambilan data ibu hamil dimasukan oleh Bidan yang ada di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).

"Data ibu hamil kami ambil setiap tiga sekali dalam seminggu disesuaikan dengan jadwal kunjungan ibu hamil di puskesmas yaitu Selasa, kamis, dan jumat. Data diambil sampai ibu hamil melahirkan. Hasil data yang di ambil merupakan data ANC hasil pemeriksaan ibu hamil oleh bidan di PKM Batujajar," beber dia.

Menurut dia, sistem informasi yang mudah di aplikasikan dan sesuai kebutuhan dapat membantu pengumpulan, pengolahan dan analisis data serta pembuatan laporan. Data yang masuk dalam sistem akan menjadi suatu database yang di miliki oleh puskesmas.

"Nantinya, hasil dari data yang di ambil dapat dibuat suatu grafik untuk melihat perkembangan janin dalam kandungan dengan mudah dan sederhana dan kemajuan kesehata ibu selama kehamilan dan persalinan," katanya.

Menurut dia, grafik tersebut diharapkan bisa membantu menurunkan angka kematian ibu (AKI) di Indonsia yang cukup tinggi. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012 menunjukkan AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Sedangkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan AKI sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, masih sangat tinggi dibandingkan perkiraan Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan data Bank Dunia yang menyatakan bahwa sejak 2000, AKI di Indonesia menunjukkan tren menurun, dengan menyebutkan bahwa rasio AKI di Indonesia sebesar 177 per 100.000 kelahiran hidup pada 2017 kelahiran hidup berbanding terbalik dengan kenaikan angka pen-capaian cakupan periksa kehamilan (92%-98%); persalinan oleh tenaga kesehatan (66%-83%); persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (40%-63%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini