ITEM Response Theory atau yang dikenal dengan IRT adalah pembobotan yang dipakai di UTBK SBMPTN, IRT memiliki bobot nilai yang berbeda pada setiap subtesnya. Sistem penilaian ini memiliki tiga tahapan, antara lain :
Tahap pertama, Subtes yang dijawab benar oleh peserta UTBK, maka peserta akan diberi skor 1 poin, dan skor 0 apabila peserta ujian UTBK tidak menjawab subtes tersebut.
Tahap kedua, pendekatan teori respons butir (Item Response Theory) akan dilakukan, apabila soal yang dijawab peserta ujian UTBK benar maka akan dianalisis kembali karakteristiknya dengan cara melihat tingkatan kesulitan soal tersebut membandingkan dengan soal lainnya.
Tahap ketiga, karakteristik tiap soal yang didapatkan ditahap dua akan digunakan untuk menghitung skor peserta ujian UTBK. Soal yang tingkat kesulitannya tinggi akan memiliki bobot nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan soal lain yang memiliki tingkat kesulitan di bawahnya.
Sistem penilaian IRT lebih mengutamakan karakteristik tiap soal, apabila soal yang kamu kerjakan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi maka semakin besar pula skor yang akan kamu dapatkan. Pada sistem IRT ini tidak hanya mempertimbangkan jumlah soal yang telah berhasil dijawab dengan benar ataupun salah, tetapi lebih mempertimbangkan soal tersebut termasuk kedalam soal sulit atau mudah.
Dilansir dari Video TikTok @Zull Ensa, dalam UTBK soal yang dianggap mudah adalah soal yang banyak dijawab benar dan bobot nilai yang diberikan akan kecil, sedangkan soal yang banyak dijawab salah dikatagorikan soal yang sulit, jika kamu berhasil menjawab soal dengan katagori sulit ini, bobot nilai yang diberikan akan besar.
Baca Juga : Tutorial Memilih Fakultas di PTN Lewat Jalur SNMPTN
contoh kasusnya adalah :
Soal A berhasil dijawab benar oleh 80% peserta UTBK, akan diberi nilai 1 karena masuk pada kategori soal mudah
Soal B berhasil dijawab benar oleh 50% peserta UTBK, akan diberi nilai 2 karena masuk pada kategori soal cukup sulit
Soal C berhasil dijawab benar oleh 20% peserta UTBK, akan diberi nilai 3 karena masuk pada kategori soal sulit
Dengan begitu, bobot stiap soal ditentukan setelah melihat respons dari peserta UTBK selesai mengerjakan ujian. Dengan menggunakan sistem ini, dianggap mampu melihat perbedaan kemampuan setiap peserta ujian dengan baik. Nah, bagi Calon Mahasiswa tenang aja! karena ada strategi yang bisa kamu lakukan untuk mendapat skor 600 dalam mengerjakan UTBK SBMPTN 2022 Lho!
1. Hilangkan perasaan ragu saat mengerjakan soal-soal UTBK, pastikan semua soal terjawab karena dalam sistem penilaian ini tidak diberikan nilai minus apabila soal tidak dijawab.
2. Gunakan strategi saat kalian ingin menebak jawaban, menggunakan metode eliminasi jawaban yang memiliki kemungkinan salah dapat mempermudah kalian dalam menentukan jawaban dan memiliki peluang yang besar untuk memilih jawaban yang benar.
3. Tidak perlu memperkirakan tingkat kesulitan soal dan memberikan waktu lebih pada tipe soal yang kalian anggap sulit untuk mengerjakan skor tertinggi, karena bobot tingkat kesulitan setiap soal baru akan ditentukan setelah adanya pengecekan kepada semua peserta ujian dan bukan ditentukan berdasarkan tipe soal.
Nah jadi gimana nih, Apakah kamu sudah siap untuk menghadapi UTBK SBMPTN 2022? Jangan lupa untuk mempersipkan diri dan terus belajar ya. Dengan persiapan yang matang akan memudahkan kamu untuk mendapat hasil yang memuaskan.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik