Share

Did You Know: Mengapa Sapi Terlihat Selalu Mengunyah?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Minggu 07 November 2021 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 65 2495954 did-you-know-mengapa-sapi-terlihat-selalu-mengunyah-Z14MdQSnSs.jpg Ilustrasi sapi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Walaupun sedang tidak makan tetapi kenapa ya mulut sapi terlihat seperti sedang mengunyah, penasaran bukan? Simak penjelasannya ya!

Sapi terlihat selalu menguyah makanan padahal sedang tidak makan dikarenakan sapi merupakan hewan ruminansia.

Dikutip dari Buku Kelas V Tema 3 Buku Siswa Ayo Madrasah, hewan ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang biasa memamah (memakan) dua kali dan dikenal dengan hewan memamah biak.


Baca juga: Did You Know: Prosopagnosia, Penyakit Buta Wajah yang Sering Jadi Tema Film Drakor


Baca juga: Did You Know: Uniknya Wombat, Kotorannya Berbentuk Kotak

Adapun beberapa hewan yang termasuk ke dalam hewan ruminansia yaitu sapi, kerbau, rusa, domba, kambing, dan kijang.

Sistem pencernaan hewan ruminansia lebih kompleks dibandingkan pencernaan hewan lainnya. Lantaran pada hewan ruminansia terdapat empat bagian lambung dengan fungsi yang spesifik.

Selain itu, pencernaan makanan pada hewan ruminansia dibantu oleh beberapa mikrob (bakteri dan protozoa). Mikrob tersebut dapat membantu mencerna rumput.

Berikut adalah mekanisme pencernaan makanan pada hewan ruminansia khususnya sapi yang membuatnya terlihat seperti selalu mengunyah.

Makanan seperti rumput, pertama kali masuk ke dalam mulut sapi. Di dalam mulut terdapat organ-organ pencernaan seperti berikut.

Gigi : Gigi sapi tersusun dari gigi seri yang berguna untuk memotong makanan dan gigi geraham untuk menguyah makanan.

Lidah : Lidah sapi berguna untuk merenggut rumput (makanan) dan mendorong makanan yang sudah dikunyah menuju lambung.

Saliva : Merupakan cairan atau enzim khusus yang dihasilkan oleh kelenjar khusus pada sapi yang kemudian disalurkan ke dalam rongga mulut. Saliva berperan dalam proses pencernaan kimiawi.

Selanjutnya proses pencernaan berlanjut menuju lambung sapi. Namun, lambung sapi berbeda dengan lambung manusia, bahkan ukurannya jauh lebih besar.

Lambung sapi merupakan organ pencernaan yang sangat penting bagi sapi. Lambung sapi terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Oleh karena itu, sapi sering dikatakan memiliki empat perut.

Berikut adalah 4 bagian dari lambung sapi

1. Rumen (perut besar) : Tempat terjadinya pencermaan dengan bantuan mikroba (bakteri). Di sini makanan dicerna hingga menjadi bubur dengan gerakan mengaduk yang dilakukan oleh dinding rumen. Pada saat sapi beristirahat, makanan kembali ke mulut dan dikunyah kembali. Inilah mengapa sapi terlihat mengunyah padahal sedang tidak makan, karena sebenarnya sapi memakan makanan yang kembali ke mulut dari rumen. Setelah dikunyah untuk yang kedua kalinya, makanan masuk ke retikulum (perut jala).

2. Retikulum (perut jala) : Di dalam retikulum, makanan kembali mengalami proses fermentasi dengan bantuan bakteri anaerob dan protozoa. Di dalam bagian perut ini, terjadi proses absorpsi dan penyaringan benda-benda asing yang masuk bersama makanan sehingga tidak masuk ke omasum (perut kitab).

3. Omasum (perut kitab) : Di dalam omasum, makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan. Selanjutnya, makanan masuk ke abomasum.

4. Abomasum (perut masam) : Perut bagian inilah yang sebenarnya disebut dengan lambung. Di sini makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan pepsin yang dihasilkan oleh abomasum.

Setelah melewati seluruh proses pencernaan makanan di dalam abomasum, makanan bergerak menuju usus halus. Panjang usus halus seekor sapi dewasa dapat mencapai 40 meter. Di dalam usus halus, terjadi proses absorpsi dan fermentasi. Selanjutnya, sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.

Itulah penjelasan proses pencernaan pada hewan ruminansia khususnya pada sapi yang menyebabkannya sering kali terlihat selalu mengunyah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini