Ini Cara Belajar Mahasiswa ITB Peraih IPK Tertinggi

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 65 2493010 ini-cara-belajar-mahasiswa-itb-peraih-ipk-tertinggi-Q7o5RYYqxO.jpg Mahasiswa peraih IPK tertinggi di ITB, Jan Mayer Saragih (foto: dok ITB)

BANDUNG - Mahasiswa program studi Teknik Informatika lulus dengan IPK 3,98, Jan Meyer Saragih dinobatkan sebagai mahasiswa peraih IPK tertinggi, pada Wisuda Pertama Institut Teknologi Bandung (ITB) TA 2021/2022, pada Sabtu 23 Oktober 2021.

“Awalnya saya tidak menyangka menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi. Perasaan saya awalnya kaget dan tentunya senang juga. Setelah 4 tahun, ternyata saya bisa mendapat IPK tertinggi yang menurut saya merupakan pencapaian yang cukup baik,” ujar Meyer yang menjadi perwakilan wisudawan dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) yang hadir ke Aula Barat, seperti dilansir dari itb.ac.id.

Baca juga:  ITB Wisuda Pertama 2.596 Mahasiswa, 661 Sarjana Cumlaude

Saat diwawancara Humas ITB, sebenarnya Meyer merasa kurang bisa juga dalam membagi waktu. Meyer juga merasa dirinya kurang aktif dalam organisasi, tidak aktif di UKM, sehingga ia banyak memiliki waktu luang untuk belajar.

Bisa meraih IPK tertinggi tentu bukan perkara mudah. Cara belajar Meyer adalah dengan mencatat pas kelas dan tidak hanya mendengarkan di kelas saja. Ia merasa bahwa mencatat lebih baik daripada mendengarkan saja.

Baca juga:  Kembangkan Teorema Singularitas, ITB Bongkar Misteri Lubang Hitam di Alam Semesta

Selain itu, strategi belajarnya adalah beberapa hari sebelum ujian dibaca kembali catatan yang telah ia buat sebelumnya. Ia tidak merasa begitu beda dengan cara belajar teman-temannya, bahkan Meyer belajar juga bersama teman-teman.

“Saya kadang mengajarkan teman saya ketika belajar bareng sehingga me-recall pelajarannya lagi,” ucap Meyer.

 

Kesan Meyer selama empat tahun ITB adalah pertama-pertama TPB, perasaannya masih bahagia masuk ITB. Setelah tingkat kedua terasa jauh lebih chaos dari tingkat pertama, TA tetap tertunda yang awalnya berencana lulus di bulan Juli dan sempat merasa putus asa. Merasa keos di tugas-tugas dari mata kuliah. Namun semua itu bisa ia lalui sampai akhirnya lulus dan tetap bisa menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi.

Rencana setelah lulus, awalnya Meyer berpikir untuk melanjutkan studi. Namun, sekarang berpikir untuk bekerja terlebih dahulu 1-2 tahun, lalu melanjutkan studi.

“Lega telah lulus dari ITB. Akhirnya tugas akhir selesai. Bahagia juga dapat membantu orang tua saya yang telah membiayai saya sampai kuliah,” ucap Meyer mengenai perasaannya telah lulus dari ITB.

Pesan dari Meyer untuk wisudawan lainnya. “Dengan berhasilnya kita lulus di Wisuda Oktober kali ini, membuktikan bahwa ini hasil dari perjuangan kita. Semoga di masa depan tidak kendor semangatnya dan terus berusaha lebih baik lagi untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini