Share

Menteri Nadiem Dorong Akselerasi Vaksinasi PTK dan PTM Terbatas di Sumut

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 624 2491992 menteri-nadiem-dorong-akselerasi-vaksinasi-ptk-dan-ptm-terbatas-di-sumut-dZg4k9R4oY.jpg Menteri Nadiem Makarim/ Kemendikbud Ristek

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah Sumatera Utara memprioritaskan akselerasi vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), mendorong pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di daerahnya, dan memfasilitasi lebih banyak lagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

(Baca juga: Cerita Sukardi, Guru Honorer yang Lolos Seleksi PPPK Bikin Nadiem Terharu)

Nadiem juga beraudiensi dengan pimpinan daerah se-Sumatra Utara yang dipimpin oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi capaian 47 persen sekolah di provinsi tersebut yang telah melaksanakan PTM terbatas hingga saat ini.

“Ini saya apresiasi, dan layak menjadi contoh daerah lain. Banyak daerah yang belum mencapai angka itu. Tapi tentunya masih dapat ditingkatkan, terutama jenjang PAUD dan SD,” ujar Menteri Nadiem dikutip dari laman Kemendikbud Ristek, Selasa (26/10/2021).

(Baca juga: Pandawa Lima UGM Temukan Cara Baru Skrining Kanker Usus Besar)

Dia juga meminta agar akselerasi vaksinasi PTK diprioritaskan, agar dampak kehilangan kemampuan belajar atau learning loss pada anak tidak semakin besar.

“Prioritas pertama, seperti arahan Pak Presiden, segera untuk mengakselerasi vaksinasi, menjaga protokol kesehatan, dan sekolah sudah harus tatap muka secara terbatas,” ujarnya.

Disisi lain, tahun ini merupakan tahun pertama pemerintah membuka satu juta formasi guru ASN PPPK. Oleh karena itu, tes seleksi memang sudah menjadi keharusan dalam proses pengangkatan guru ASN PPPK. Kementerian pun dalam hal ini telah memberikan beberapa kali afirmasi untuk memperbesar peluang lolos para guru. Namun, di sisi lain Nadiem juga memohon agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pelatihan atau bimbingan bagi guru.

“Jika bapak ibu ingin lebih banyak guru yang lolos, berikanlah mereka bimbingan. Sumber-sumber belajar sudah kami sediakan gratis. Pemda bisa fokus pada dua hal, formasinya dibuka, dilengkapi, lalu diberikan fasilitasi pelatihan dengan mendatangkan pakar,” tutup Nadiem.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyampaikan bahwa sebagai kota terpadat di Sumatera Utara, jumlah anak yang telah menerima vaksinasi hingga saat ini telah mencapai 105.651 orang atau sekitar 80 persen. Target vaksinasi bagi anak usia 12 tahun ke atas per hari adalah 5.000 orang, dengan siswa jenjang SMP kelas 2 dan 3 sebagai sasaran utama.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Gubernur Sumatra Utara dan Menteri Nadiem mengajak para bupati dan walikota untuk memberikan pandangan tentang berbagai program Merdeka Belajar dan program prioritas lainnya.

Salah satu hal yang disambut positif dalam diskusi adalah kesempatan guru honorer untuk lolos dalam seleksi ASN PPPK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini