4 Cerita Inspiratif Mahasiswa Kuliah Sambil Kerja: Jadi Pembantu dan Lulus Cumlaude

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 20 Oktober 2021 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 65 2488451 4-cerita-inspiratif-mahasiswa-kuliah-sambil-kerja-jadi-pembantu-dan-lulus-cumlaude-gPnsv9G9di.jpg Ilustrasi wisuda. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ketika ada kemauan, di situ ada jalan. Begitu dorongan motivasi yang sering digaungkan banyak orang di tanah air. Hal itu terbukti ampuh bagi para mahasiswa dan mahasiswi berikut yang berhasil berkuliah sambil bekerja.

Karena keterbatasan ekonomi, bekerja adalah satu-satunya jalan bagi mereka, agar tetap bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi. Berikut daftarnya.

Raiza Aulia

Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Raiza Aulia harus merasakan sulitnya membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Ia memilih untuk bekerja sebagai MUA (make up artist) untuk menambah biaya kuliahnya.

Raiza awalnya membantu orangtuanya berjualan rawon, di sela-sela waktu kuliah. Hasilnya, digunakan untuk membeli peralatan rias. Saat memutuskan menjada MUA, Raiza meminta rekan-rekannya untuk menjadi model.

Kreasi riasannya itu kemudian ia unggah ke media sosial. Dari situlah Raiza mendapat pekerjaan sebagai perias dalam acara wisuda atau pre wedding. Tak berhenti sampai di situ, ia juga membuka bisnis barunya berupa penjualan hijab.

Dirinya mengaku, berbisnis sembari kuliah adalah hal yang cukup menantang. Meskipun kerap mengalami kerugian atau kegagalan, namun Raiza tetap optimis akan berhasil. Ia ingin tetap berbisnis, tanpa mengabaikan pendidikannya.

Lakshita Alivia Zein

Lakshita, mahasiswi UGM (Universitas Gadjah Mada) juga menjalankan pendidikannya sambil bekerja di sebuah perusahaan start up yang memiliki fokus utama di bidang perikanan. Dirinya tak menampik, jika kuliah sembari bekerja bukanlah hal yang mudah dijalankan.

Oleh karena itu, Lakshita tegas menetapkan skala prioritas yang harus dikerjakan. Hal itu dianggap penting, karena menjadi faktor utama yang mampu menyeimbangkan pendidikan dan pekerjaannya.

Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama bekerja sebagai chief marketing. Salah satunya adalah keadaan pembududaya ikan di Indonesia yang belum sejahtera.

Aris Setiawan

Demi bisa memenuhi keperluan dan biaya kuliahnya, pria asal Solo, Aris Setiawan harus bekerja sebagai resepsionis di sebuah hotel di Solo. Aris memang datang dari keluarga sederhana. Orangtuanya hanya mengandalkan pendapatan dari membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.

Aris sengaja mengambil kuliah malam, agar waktu pagi hingga sorenya bisa ia pakai untuk bekerja. Beruntung, Aris didukung penuh oleh orangtua dan rekan kerjanya. Satu pesan ayah Aris yang selalu ia ingat, Aris harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebab, dengan berkuliah, Aris diharapkan akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari orangtuanya. Pengorbanan Aris tak sia-sia. Ia dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik jenjang S-1 dengan nilai akhir 3,97 di Universitas Slamet Riyadi, Solo dengan program studi pendidikan bahasa Inggris.

Darwanti

Perempuan kelahiran 1992 asal Blora, Jawa Tengah memilih kuliah sambil bekerja sebagai PRT (pembantu rumah tangga). Sejak kecil, Darwanti memang sudah terbiasa membantu keluarganya mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga.

Ia juga pernah berjualan es campur di Blora. Tekadnya yang kuat untuk kuliah akhirnya bisa terwujud. Ketika itu, majikan Darwanti mengetahui keinginannya berkuliah. Hingga akhirnya, Darwanti diizinkan melanjutkan pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945, Semarang.

Sudah pasti, Darwanti harus berusaha lebih ekstra. Disamping menyisihkan pendapatan, ia juga dituntut pandai membagi waktu. Terkadang, pendapatan Darwanti tak cukup untuk membayar kuliah. Ia terpaksa meminjam uang ke rekannya yang lain.

Siapa sangka, Darwanti berhasil meraih predikat cumlaude saat wisuda. Dosen pembimbingnya bahkan melontarkan pujian karena jerih payah Darwanti berbuah manis. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini