Mahasiswa UMM Olah Limbah Jagung Jadi Minuman Segar

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 07 Oktober 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 65 2482561 mahasiswa-umm-olah-limbah-jagung-jadi-minuman-segar-vgaxYl2txh.jfif Mahasiswa UMM olah limbah jagung jadi minuman energi. (Ist)

MALANG - Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat limbah jagung menjadi minuman segar. Limbah yang dimanfaatkan kelima mahasiswa tersebut adalah rambut jagung atau ragung.

Kelima mahasiswa itu adalah Aggy Pramesti Wary dari jurusan Biologi; Olivia Margareta dari jurusan Bahasa Inggris; Siti Mariyatul Qibtiyah dari jurusan Biologi; dan Eginuari Ilhani (Hukum). Sementara Ketua tim adalah Siti Rofiatul. Ide mereka itu berawal dari banyaknya limbah produksi rambut jagung, baik dari industri dan pertanian yang terbuang.

Siti Rofiatul menyatakan, dari limbah rambut jagung yang terbuang ini membuat mereka terinspirasi memanfaatkannya. Kemudian ia dan teman-temannya memanfaatkan limbah rambut jagung di Desa Giripurno, Kabupaten Malang, dengan mendaur ulang menjadi minuman.

"Proses pembuatan ragung menjadi minuman sari ragung. Pembuatan minuman ini membutuhkan beberapa proses. Proses awal adalah pemisahan dan pembersihan rambut dari jagungnya," kata Rofiatul, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Kamis pagi (7/10/2021).

Selanjutnya, ragung yang terkumpul kemudian direbus hingga berwarna kecoklatan, lalu ditambahkan dengan gula dan perasa minuman.

"Setelah melalui semua proses tersebut, minuman sari ragung baru bisa dikemas dengan botol," ujarnya.

Baca Juga : Mahasiswa Sulap Limbah Kardus Jadi Dekorasi Interior yang Elegan

Pembuatan minuman dari limbah jagung ini juga telah disosialisasikan dan memberdayakan ibu-ibu PKK di Desa Giripurno. Tak cukup sampai di situ, inovasi yang diikutsertakan dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) pendampingan masyarakat ini, mereka juga memberikan materi mengenai teknik packing, pembuatan akun e-commerce, serta pemasaran digital.

"Pelatihan ini bertujuan agar minuman sari jagung dapat dimanfaatkan untuk pasar lebih luas. Untuk saat ini juga sudah terjual, tapi masih dengan sistem menerima pesanan," tuturnya.

Ia mengakui, kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi masih minim. Hal ini mendorong para mahasiswa ini mengenalkan dan mengajarkan kepada ibu-ibu ini utamanya, untuk memasarkan produknya melalui digital online.

"Masih banyak masyarakat desa yang kurang begitu paham akan teknologi terkini membuat kami berinisiatif untuk mengenalkan dan mengajarkan alat-alat yang bisa digunakan. Begitupun dengan pemasaran digital yang secara masif kami sampaikan," ujarnya.

Pendampingan kepada ibu-ibu PKK dilakukan selama tiga bulan penuh dengan pertemuan luring dan daring. Sempat terkendala PPKM darurat dan PPKM level 4, tim masih berinisiatif untuk melakukan pertemuan secara online, baik melalui grup WhatsApp, ataupun Zoom Meeting.

Pada pelatihan dan pendampingan ini tim mahasiswa UMM juga memberikan materi terkait packing, pembuataan akun e-commerce serta digital marketing.

"Penjualan sari ragung ini sudah berjalan, tapi masih dengan menerima sistem pesanan. Satu botolnya dijual Rp 5.000, makanya kami berharap agar produk ini bisa mendapat pasar yang lebih luas," tuturnya.

Ia berharap, wirausaha yang dirintisnya bersama warga ini bisa berkembang dan mendapat partner lainnya. Begitu pula dengan pemasaran produk sari rambut jagung yang diharapkan bisa semakin dikenal oleh banyak kalangan.

"Saya berharap wirausaha di desa Giripurno dapat berkembang dengan pesat, baik dalam aspek produksi maupun marketing," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini