Tinjau PTM di SD Pulogadung Jakarta, Nadiem : Jangan Lepas Masker Ya

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 10 September 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 624 2469304 tinjau-ptm-di-sd-pulogadung-jakarta-nadiem-jangan-lepas-masker-ya-tvUcojOwuv.jpg Mendikbud Nadiem Makarim cek PTM di SD di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). (Foto : Ist)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) di wilayah Jakarta.

Sekolah pertama yang dikunjungi Nadiem pada Jumat (10/11/2021) adalah SD Santo Fransiskus III Kayuputih di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Nadiem datang sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelum masuk ke sekolah, dia menjalani protokol kesehatan yakni dicek suhu tubuh dengan thermogun dan mencuci tangan dengan sabun.

Pada kunjungan pagi ini, Mendikbudristek yang datang mengenakan batik didampingi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri. Hadir pula Politikus PDIP Putra Nababan.

Nadiem bersama rombongan masuk ke kelas tempat para siswa tengah belajar. Pembelajaran di sekolah ini dilakukan dengan daring dan luring. Satu kelas diisi 11 siswa dan sisanya daring. Siswa yang daring ditampilkan melalui projektor ke layar didepan kelas.

Nadiem berpesan kepada para siswa untuk selalu semangat belajar dan tetap menjaga protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. "Jangan lepas masker ya," ucap Mendikbudristek.

Baca Juga : 80 Persen Sekolah di Kabupaten Bogor Sudah Melaksanakan PTM

Setelah ngobrol dengan para siswa di dua kelas, Nadiem melanjutkan dialog dengan kepala sekolah, guru, dan perwakilan orangtua siswa. Nadiem menekankan,arahan pemerintah pusat sudah jelas bahwa sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1-3 dapat melakukan PTM terbatas. Dia pun mengapresiasi sekolah yang sudah berani melakukan PTM.

Meski sekolah sudah dibuka, tetap ada batasan-batasan yang diberikan karena PTM tidak sama dengan sekolah normal. Nadiem menjelaskan, maksimal siswa dalam satu kelas itu 18 orang untuk jenjang SD hingga SMA. "Dan untuk Paud 5 (maksimal siswa per kelas)," terangnya.

Setelah dari SD Santo Fransiskus III, Nadiem akan mengunjungi SMP PGRI 20 dan SMAN 71.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini