Mahasiswa UGM Ciptakan Robot Pintar Pengukur Kemiringan Lantai

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 31 Agustus 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 65 2463938 mahasiswa-ugm-ciptakan-robot-pintar-pengukur-kemiringan-lantai-OVFBzWCg5G.jpg Robot pintar ciptaan mahasiswa UGM (foto: dok UGM)

SLEMAN - Lima mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi robot pintar pemindai, dan pengukur kemiringan permukaan lantai berbasis teknologi sensor inersia, dan mechanum-driven wheel yang mampu bergerak secara 3 Degree of Freedom (3-DOF) yang dinamakan Smart Leveling.

Dengan robot ini, dapat mempersingkat waktu pekerjaan pengecekan kerataan lantai keramik tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Sehingga bukan hanya mengurangi risiko terjadinya kerugian pemilik proyek maupun pelaksana proyek namun juga akan menghemat biaya proyek.

Baca juga:  Mahasiswa UGM Teliti Manfaat Daun Selasih untuk Obat Anti Hipertensi

Lima mahasiswa itu, yakni Naufal Rashad Aryaputra dan Aditya Putra Yudhananta (prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol), Catur Wardana (prodi Teknologi Rekayasa Mesin) serta Ciptaningtyas Vindy Prabawati dan Aisyah Adiningsih (prodi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil).

Naufal Rashad Aryaputra selaku ketua tim pembuatan robot mengatakan untuk perancangan robot dibagi menjadi tiga bagian yaitu mekanis, elektronis dan perancangan perangkat lunak yang akan digunakan pada perangkat.

 Baca juga: Atasi Limbah, Tim Mahasiswa UGM Ubah Sarung Tangan Lateks Jadi Bahan Bakar Diesel

Proses desain mekanis menggunakan aplikasi solidworks yang diikuti oleh perancangan desain elektronis dengan software proteus dan fusion 360 dan untuk pemrograman menggunakan arduino Integrated Development Environment (IDE).

Untuk proses perakitan dilakukan dengan pemasangan rangka utama dan instalasi roda mechanum pada robot. Dilanjutkan dengan instalasi komponen elektronik dan mikrokontroler sebagai chip kendali yang diprogram dan dikendalikan lewat remote control dengan bantuan sinyal transmisi yang ditangkap oleh receiver.

“Dengan fungsi alat dan keandalan yang berstandar industri dapat membantu dunia industri sipil, pembangunan jalan raya, konstruksi jembatan dan konstruksi bangunan serta memudahkan pekerjaan dan meminimalisir biaya kesalahan,” kata Naufal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).

Robot ini juga menjadi produk unggulan dari Sekolah Vokasi UGM yang diikutsertakan dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM KI) dan mendapat pendanaan riset dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rsiet dan Teknologi (Dirjen Kemendikbud Ristek) 2021.

“Kami berharap produk ini menjawab tantangan dalam sektor pembangunan infrastruktur dan dunia teknik sipil yang dipadukan dengan orientasi robotika dan Internet of Things (IoT),” harapnya. (din)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini