Inovasi Pengganti Semen dari Abu Sekam Padi dan Serbuk Cangkang Telur UNS Raih Juara

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 23 Agustus 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 65 2459586 inovasi-pengganti-semen-dari-abu-sekam-padi-dan-serbuk-cangkang-telur-uns-raih-juara-HT4Aw7i0WF.png Mahasiswa UNS inovasi pengganti semen pakai abu sekam (foto: Dok UNS)

JAKARTA - Tim SS-02 MINION dari Program Studi (Prodi) D-3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, berhasil raih juara 2 dalam Lomba Beton tingkat Nasional “Optimalisasi Penggunaan Bahan Pengganti Semen dalam Beton Normal Ramah Lingkungan”.

Lomba ini merupakan rangkaian kegiatan dalam gelaran Civil Engineering Festival 2021 dengan Prodi Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai penyelenggara.

Baca juga:  IKA UNS Peduli Covid-19 Dapat Bantuan Dana Rp100 Juta dari PT KAI

Dibimbing oleh Widi Hartono S.T., M.T., anggota tim terdiri atas 3 mahasiswa D-3 Teknik Sipil angkatan 2020 UNS yaitu Muhammad Abid, Yelsa Hanifah Ardin, dan Haidar Putra Firdaus.

Prestasi ini diraih atas inovasi penggunaan abu sekam padi dan serbuk cangkang telur sebagai bahan pengganti semen. Menurut Muhammad, pemanfaatan sekam padi dan cangkang telur dinilai masih kurang walaupun bahan-bahan tersebut sangat mudah ditemukan.

Baca juga:  Mahasiswa UNS Kembangkan Media Pengolah Sampah Organik dan Anorganik

Alasan lain memilih limbah ini karena adanya kandungan yang sama dengan semen. Terdapat silikon dioksida pada abu sekam padi dan magnesium oksida pada serbuk cangkang telur.

Inovasi ini juga diklaim dapat membantu mengurangi produksi semen yang memiliki dampak buruk dari karbon dioksida yang dihasilkan.

“Sebelum limbah tersebut kami gunakan sebagai bahan pengganti semen, kami mengolahnya terlebih dahulu guna menghilangkan zat-zat organik pada limbah tersebut,” terangnya dilansir dari laman resmi UNS di uns.ac.id, Senin (23/8/2021).

Dari aspek ekonomi, inovasi beton ini mampu menekan biaya sebesar 8,94% dibanding dengan harga beton normal. Serta dalam pengaplikasiannya, beton ini dapat digunakan dalam pembuatan jalan dan beton pracetak.

Inovasi tersebut nyatanya membuahkan hasil yang baik. Tim SS-02 MINION mendapatkan kuat tekan beton sebesar 30 megapascal (Mpa) yang diuji dalam waktu 7 hari.

Pada kompetisi ini, ketiganya harus melalui sejumlah tahapan hingga akhirnya diumumkan sebagai pemenang. Setelah terpilih melalui seleksi di internal komunitas Semar Solid (SS) D3 Teknik Sipil UNS, mereka pun segera melakukan pendaftaran tim. Kemudian alur perlombaan dimulai dengan pembuatan sampel beton, makalah, dan video.

Salah satu video yaitu terkait pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dipublikasikan melalui kanal Youtube Civil Engineering Festival 2021. Publikasi ini merupakan bentuk penilaian oleh publik dengan menghitung jumlah tontonan dan like terbanyak. Tim SS-02 MINION mampu memasuki tahap selanjutnya sebagai salah satu finalis yang bersaing dengan tim dari perguruan tinggi lain seperti ITS dan PNJ.

“Setelah diumumkan mendapat juara 2 itu masih belum percaya,” ungkap Muhammad Abid.

Menurut Muhammad Abid, kedepannya mereka ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai inovasi beton dengan memanfaatkan limbah sekam padi dan cangkang telur. Mereka berharap bahwa inovasi tersebut dapat diterapkan dalam pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini