Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Lakukan Penelitian terhadap Siput Gonggong, Hasilnya Cukup Mengejutkan!

Antara , Jurnalis-Sabtu, 21 Agustus 2021 |11:03 WIB
 Mahasiswa Lakukan Penelitian terhadap Siput Gonggong, Hasilnya Cukup Mengejutkan!
Siput Gonggong (foto: Dok Okezone)
A
A
A

TANJUNGPINANG - Seorang mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kafabihi menemukan mikroplastik di bagian pencernaan gonggong, hewan laut yang menjadi makanan khas masyarakat Kepulauan Riau.

"Saya melakukan penelitian terhadap gonggong selama empat bulan di perairan Pegudang, Sebong Pereh dan Sebong Lagoi. Hasilnya cukup mengejutkan karena ditemukan sampah mikroplastik di tubuh hewan laut yang kerap dikonsumsi masyarakat," kata Kafa, di Tanjungpinang.

Baca juga:  LIPI Minta Peneliti Ahli Utama Cari Anggaran Eksternal untuk Riset

Kafa melakukan penelitian untuk kepentingan skripsi. Penelitian dilakukan di pasir sepanjang perairan di perairan Pegudang, Sebong Pereh dan Sebong Pereh, Lagii, Bintan.

Gonggong hidup di atas pasir. Gonggong yang merupakan ikon Kota Tanjungpinang menyerap organik yang berada di pasir.

Baca juga:  Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi Covid-19 Ancam Kemajuan Masa Depan

Kafa menduga pasir tempat gonggong berkembang biak tersebut sudah tercemar mikroplastik sehingga dikonsumsi oleh gonggong. Mikroplastik itu berasal dari sampah plastik yang mencemari perairan. Sampah plastik itu pun semakin malam semakin kecil hingga menjadi mikro.

Semua gonggong yang diteliti terkontaminasi mikroplastik. Lokasi Pegudang menjadi lokasi terparah dengan tingkat polutan pada gonggong sebesar 88%. Bahkan ada 22 partikel berbahaya di dalam setiap gonggong.

"Gonggong tidak mati ketika menyerap mikroplastik, melainkan bisa bertahan," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement