Arti Hidup yang Sesungguhnya Bagi Profesor Zudan Arif Fakrulloh

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 11 Agustus 2021 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 65 2454306 arti-hidup-yang-sesungguhnya-bagi-profesor-zudan-arif-fakrulloh-ehLSDctOqq.jpg Prof Zudan Arif (Foto : Istimewa)

JAKARTA — Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof Zudan Arif Fakrulloh, menjadi salah satu narasumber dalam acara virtual Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) seri ke-70, Rabu (11/8/2021) malam.

Dalam kesempatan itu, Zudan memaparkan konsep hidup yang dipilihnya di hadapan peserta acara. Dia berujar, banyak orang menjadikan hidup ini seperti pertandingan. Artinya, seseorang tersebut harus siap menerima kemenangan ataupun kekalahan.

Di sisi lain, Zudan melihat ada pula sebagian orang yang mengartikan hidup ini layaknya sebuah perdagangan. Artinya, seseorang tersebut harus siap untung ataupun rugi.

Namun demikian, Zudan mengaku tidak memilih dua konsep hidup seperti itu. Ia lebih memaknai kehidupan sebagai sebuah perjalanan. Karenanya, ia memilih untuk menikmati setiap dinamika yang ada dari tahapan perjalanan tersebut.

"Saya tidak menempatkan hidup dalam posisi itu. Saya menempatkan hidup sebagai sebuah perjalanan, sehingga saya menikmati tahapan perjalanan itu," ujar Zudan.

Zudan menjelaskan, kehidupan seperti perjalanan dari waktu ke waktu. Di mana dalam tiap tahapnya selalu ada titik untuk memilih. Misalnya saja ada titik untuk berhenti ataupun berlari. "Dalam sebuah perjalanan, hanya orang yang mau berjalan saja yang akan sampai," jelasnya.

Zudan berujar, perjalanan seseorang tidak selamanya mulus. Terkadang naik, rata, menurun, hingga tanjakan. Karenanya fase-fase tersebut harus bisa dilalui agar seseorang itu bisa sampai pada tingkat yang lebih tinggi.

"Banyak sekali yang hatus kita hadapi. Maka setiap masalah adalah bagian dari tangga untuk kita naik lebih tinggi," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini