Rektor Harap RS UNS Juga Berperan dalam Misi Akademik

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 10 Agustus 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 65 2453638 rektor-harap-rs-uns-juga-berperan-dalam-misi-akademik-TuxQuS2o0U.jpg Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho (foto: Dok UNS)

JAKARTA - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Jamal Wiwoho mengapresiasi perkembangan Rumah Sakit (RS) UNS yang meski baru diresmikan pada tahun 2016 namun telah memberikan pelayanan kesehatan yang baik ditengah masyarakat.

Jamal mengatakan, perkembangan RS UNS sangat cepat dan dinamis. Berbekal hanya 50 tempat tidur dan 8 layanan poli spesialis saja di awal tahun 2017, katanya, kini secara bertahap terus mengalami pertumbuhan signfikan setiap tahunnya.

"Hingga Agustus 2021 ini mampu melayani pasien dengan jumlah bed 203 buah dengan 19 layanan spesialis," katanya pada Puncak Ultah RS UNS ke 5 melalui keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Baca juga:  Mengenal Mahasiswa UNS Arfemy Yoana, dari Atlet Panahan hingga Menjadi Mbak Jateng

Jamal menuturkan, keberhasilan ini patut diacungi jempol, karena prestasi tersebut berkat kerja keras, kerja cerdas, dan kegigihan dari seluruh jajaran pimpinan UNS, Direksi RS Sakit UNS beserta seluruh tenaga medis dan staf, termasuk Anggota Dewan Pengawasnya.

Jamal menjelaskan, pada tahun 2020 Menteri Kesehatan juga memberi mandat kepada RS UNS sebagai salah satu laboratorium rujukan pemeriksa Covid -19. RS UNS dipilih dengan melihat prospek dan kemampuan sumberdaya yang dimiliki RS UNS.

Baca juga:  Mahasiswa UNS Kembangkan Pertanian Urban untuk Angkat Perekonomian Masyarakat

Menurutnya, seperti halnya dengan Rumah Sakit yang lain, yang sebelumnya tidak punya pengalaman sama sekali menangani penyakit Covid-19, RS UNS pun ketika itu dituntut harus siap menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

"Saya sangat bangga dan terharu melihat sepak terjang Direksi, Tim Medis dan staf RS UNS, yang pantang lelah dan berjuang dengan prinsip hidup-mati demi misi kemanusiaan. Bahkan sampai harus rela berkorban, meninggalkan keluarganya demi tugas," tuturnya.

Dia menuturkan, sejak diterapkannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) fungsi Rumah Sakit lebih banyak melakukan pengobatan (kuratif) dari pada pencegahan penyakit (preventif). Padahal, katanya, Rumah Sakit merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan perorangan dan masyarakat, sehingga paradigma Rumah Sakit harus diubah dan mulai bergerak kearah preventif.

Hal ini artinya, terang Jamal, bagaimana menjadikan RS UNS juga berperan sebagai Rumah Sehat UNS. Yakni sebagai tempat pelayanan bagi orang sehat yang ingin mendapat konsultasi kesehatan. Konsep mencegah sakit akan lebih baik, karena akan meminimalisir beban layanan RS dan sekaligus menekan beban pembiayaan kesehatan.

Menutup sambutannya, Rektor Jamal pun memberi dua pesan untuk RS UNS. Pertama, dia berharap dalam melakukan tugas layanan kesehatan RS UNS tetap menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran dan Rumah Sakit.

"Demi terwujudnya mutu layanan kesehatan yang paripurna, sesuai dengan Motto RS UNS: Care, Commitment dan Conscience," terang Jamal.

Selanjutnya, Jamal berpesan, RS UNS dilahirkan sebagai rumah sakit pendidikan. Oleh karena itu, katanya, disamping melakukan tugas layanan kesehatan kepada masyarakat (fungsi pengabdian), RS UNS juga harus mengemban misi penting lainnya yang bersifat akademik, serta riset dan pengembangan, yang mendukung proses pembelajaran klinik profesi dokter dan profesi dokter spesialis. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini