Vaksin yang dikembangkan oleh UNAIR menggunakan dua skema platform. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Prof. Nyoman, bahwa UNAIR menggunakan skema classical platforms dan next generation platforms.
Untuk classical platforms, UNAIR mengembangkan dari inactivated virus atau virus yang telah dimatikan. Sedangkan pada next generation platforms, UNAIR menggunakan adenoviral vector dan peptide.
Ditambahkan oleh Prof. Nyoman, bahwa saat ini sivitas akademika UNAIR membuka diri bagi semua peneliti di Indonesia yang berkeinginan melakukan uji coba menggunakan animal biosafety level 3 atau uji mikroba dengan potensi bahaya lebih serius dan mengancam jiwa melalui jalur nafas.
“Itu yang kami banggakan sebagai bagian dari UNAIR,” pungkas Prof. Nyoman. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik