Nyambi Sekolah Daring, Pelajar Ini Bikin Keripik dari Batang Pisang dengan Omzet Jutaan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 30 Juli 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 65 2448510 nyambi-sekolah-daring-pelajar-ini-bikin-keripik-dari-batang-pisang-dengan-omzet-jutaan-ZBKQviVvkB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BOJONEGORO - Di tengah kesibukan belajar daring dari umah, pelajar di Bojonegoro berhasil mendapat penghasilan tambahan dari bisnis keripik. Pelajar bernama Iqbal Maulana ini memanfaatkan waktu longgarnya berbisnis keripik debog yang terbuat dari batang pisang.

Menurutnya, langkah ia menjual keripik debog berawal dari keisengannya melihat video di aplikasi tiktok. Dari sana ada tutorial untuk menjadi pengusaha dengan cara menjual online.

"Ide awal muncul ketika awal pandemi di 2020. Sistem pembelajaran yang berubah menjadi daring membuat Iqbal resah berada di rumah saja. Kala itu ia masih menempuh jenjang SMA kelas 11," kata Iqbal saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (30/7/2021).

Baca juga:  Sekolah Online, Anak Tak Cuma Butuh Tugas

Dari video di media sosial tiktok dan keresehannya saat berada di rumah, ia pun akhirnya mencoba memberanikan diri mencari bahan yang bisa diolah dan dijual.

"Aku tiba-tiba kepikiran, cita-cita apa yang gak melulu pakai nilai akademik dan akhirnya ketemu kalau aku pengen jadi pengusaha,” ujarnya.

Baca juga:  Tahun Ajaran Baru Masih Daring, PTM Tunggu Kebijakan PPKM Darurat

Dirinya kemudian melakukan riset dan melihat peluang bisnis apa yang belum ada di daerah rumahnya, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Dia pun mulai survei dengan teman-temannya mengenai olahan debog pisang. Iqbal menggunakan pelepah pisang kepok atau pisang sobo dan mendapatkannya dari supplier.

Bermodal dari uang tabungannya sendiri, Iqbal bersama teman dekatnya, Pam membuat produk keripik debog yang diberi nama Pamau Food (Pam dan Maulana).

“Pas tanya ke teman-teman, mereka bilang, loh moso iso debog iku dadi panganan? (Masak bisa batang pohon jadi makanan). Terdengar aneh memang, tapi mereka harus coba dulu rasanya,” ungkap remaja 18 tahun itu.

Namun tekadnya tak goyah, ia mencoba beberapa kali melakukan eksperimen membuat olahan keripik dari olahan batang pisang atau yang dikenal debog ini. Setelah hampir seminggu melalui masa trial and error dan promosi melalui WhatsApp, Instagram, TikTok (@iq.balmaulana), dan gethok tular, Iqbal telah mengirimkan produknya hingga ke Surabaya, Sidoarjo, Bogor, Lamongan, dan Jakarta.

Meski sempat mengalami kerugian di awal penjualannya, kini produk keripik debog miliknya bisa menghasilkan omzet kisaran satu hingga dua juta per bulan dengan rata-rata penjualan 100 produk setiap minggunya.

“Dalam waktu dekat ini, ingin memiliki dapur produksi sendiri dengan menyewa tempat, mendirikan outlet, dan memiliki banyak reseller,” tuturnya.

Bahkan penjualannya masih juga lancar saat penerapan PPKM darurat diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali. "Tidak ada penurunan signifikan, karena kami fokus penjualan melalui online. Untuk wilayah Bojonegoro dan Ngasem kami bebaskan biaya pengantaran," pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini