Lindungi Pulau Bawean, Mahasiswa Unair Tanam Mangrove di Kawasan Potensial

Aan haryono, Koran SI · Jum'at 30 Juli 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 65 2448411 lindungi-pulau-bawean-mahasiswa-unair-tanam-mangrove-di-kawasan-potensial-wYBnFwLbJ8.jpg Penanaman mangrove (foto: dok Unair)

SURABAYA - Kawasan Bawean menjadi pulau yang begitu terjaga. Para mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Annisa Muberra bersama teman-temannya mencoba untuk melindungi pulau dengan menanam mangrove di area konservasi Mangrove, pada Rabu 28 Juli 2021.

Mereka juga mengajak Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Bersama dengan tokoh desa, ketua budidaya udang vaname Desa Daun, dan masyarakat, Anisa menanam sebanyak 200 bibit mangrove di sekitar hilir sungai kawasan konservasi yang didominasi dengan tanah berlumpur.

Baca juga:  Persiapan Blended Learning, Ribuan Mahasiswa UNAIR Vaksinasi Massal

Annisa menuturkan, spesies bibit mangrove yang ditanam adalah Rhizopora mucronata dan Rhizopora sp yang masih berumur 6 bulan dan tingginya 60 cm. Dalam penanaman bibit perlu memperhatikan faktor lingkungan dan jenis mangrove dan habitat aslinya.

“Bibit sebelum bisa hidup mandiri di tempat penanaman harus dilindungi dengan cara dimasukkan ke bambu yang berongga. Tujuannya agar bibit tidak terseret ombak,” kata Annisa.

Baca juga:  Mahasiswi Unair Ciptakan Kukis dari Cangkang Telur Pencegah Osteoporosis

Menanam bibit mangrove, lanjutnya, dapat menjadi pagar yang memagari Pulau Bawean untuk menanggulangi abrasi pantai. Ketika bibit sudah beradaptasi, akar akan terus membesar dan kuat nantinya bisa dijadikan penghadang dan pemecah ombak air laut.

Ekosistem mangrove bagi keberlangsungan hidup biota akuatik sangat vital. Mangrove berperan sebagai tempat mencari makan (feeding ground), tempat tumbuh berkembang organisme (nursery ground) dan sebagai tempat pemijahan (Spawning ground).

“Selain itu mangrove berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim karena kemampuan hutan mangrove dalam menyimpan karbon (CO) lebih tinggi jika dibandingkan hutan di daratan,” jelasnya.

Annisa yang saat ini menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) terus belajar dan bertekad untuk memperkenalkan dan mengembangkan budidaya yang ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini