Siswa Keluhkan Belajar Daring Tak Bisa Serap Pelajaran dengan Baik

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 23 Juli 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 65 2444991 siswa-keluhkan-belajar-daring-tak-bisa-serap-pelajaran-dengan-baik-uuBrdOP7HW.jpg Illustrasi (foto: student)

SLEMAN - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada kesehatan, namun juga pada pendidikan. Terutama pada pembelajaran di sekolah, yakni tidak dengan tatap muka melainkan dengan daring atau online. Hal tersebut berdampak pada penyerapan materi bagi para siswa. Yaitu tidak terserapkan pelajaran dengan maksimal, berbeda jika pembelajaran itu dilakukan secara langsung.

Hal ini seperti yang disampaikan perwakilan fotum anak Sleman, Elang saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 tingkat Sleman secara virtual melalui zoom meeting yang di pusatkan aula lantai III Pemkab Sleman, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Bunda, Pastikan Anak Gembira saat Belajar Online

Elang mengatakan, ada dua dampak dalam pembelajaran secara daring, yakni dampak positif dan negatif. Dampak positifnya anak-anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dengan tugas tugasnya, dan menjadi orang yang fleksible.

“Dampak negatifnya banyaknya anak didik yang tidak bisa menyerap mata pelajaran dengan baik, dikarenakan belum terbiasa mengikuti pembelajaran daring menggunakan aplikasi zoom,” kata Elang saat menceritakan pengalaman pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19.

 Baca juga: Tahun Ajaran Baru Masih Daring, PTM Tunggu Kebijakan PPKM Darurat

Ia juga menceritakan saat ini tidak bisa bermain seperti dulu lagi. Sebab hanya bisa tinggal di dalam rumah dan main gadget.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan dampak pada perubahan sistem dan perubahann perilaku khususnya anak. Sehingga diperlukannya pendampingan dan optimalisasi pemenuhan hak-hak anak.

Untuk itu, kesiapan orang tua dalam menghadapi perubahan menjadi poin yang sangat penting, mengingat segala aktivitas anak berlangsung dalam rumah dan tuntutan kebutuhan anak hampir secara keseluruhan harus dipenuhi oleh orangtua.

“Kondisi ini menjadi tantangan yang tidak mudah,” paparnya.

Kustini menilai diperlukan kepedulian lebih dari pilar bangsa lainnya seperti keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan juga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi dalam menghadapi perubahan kondisi pada masa pandemi ini.

“Seluruh pilar diharapkan dapat menjadi sebuah sistem yang dapat saling mendukung, mengisi dan melengkapi demi upaya pemenuhan hak-hak anak, pada masa pandemi ini,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, Suci Iriana Sinuraya mengatakan karena masih di masa pandemi, maka peringatan HAN tahun ini dilakukan secara daring sama seperti peringan HAN tahun sebelumnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini