Magister Berbasis Riset Jadi Pilihan S-2 di ITB

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 01 Maret 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 65 2370197 magister-berbasis-riset-jadi-pilihan-s-2-di-itb-yE6BtprX32.jpg Kampus ITB Bandung. (Foto: Dok/Okezone )

“Program ini menjadikan pengalaman penelitian sebagai syarat mutlak. Sudah punya pengalaman saat S1 atau setelah lulus S1. Misalnya orang-orang yang bekerja di lembaga penelitian atau instansi yang memiliki lembaga penelitian, atau juga peneliti yang sudah mempunyai publikasi ilmiah,” paparnya.

Prof. Suprijadi menjelaskan, calon mahasiswa program MBR terdiri dari dua kategori, pertama yaitu calon mahasiswa yang bekerja di lembaga penelitian atau perusahaan yang memiliki lembaga riset. Jika sudah dinyatakan diterima, maka mereka bisa melakukan penelitian sesuai dengan riset yang sedang dikerjakan di tempat kerjanya.

Kategori kedua untuk calon mahasiswa yang merupakan lulusan sarjana ITB dengan prestasi akademik dan mempunyai hasil penelitian yang sudah diakui, misalnya sudah diterbitkan di jurnal ilmiah. "Mereka bisa langsung melanjutkan S2 di ITB dengan program MBR ini," kata Prof. Suprijadi.

Calon mahasiswa dari kedua kategori itu harus mendapatkan persetujuan dari calon pembimbing yang akan mendampingi selama dua tahun menempuh masa studi dan tidak diperkenankan mengganti dosen pembimbing di tengah jalan. "Jadi kalau sudah disetujui calon pembimbing baru bisa masuk MBR," kata Suprijadi. Dengan demikian diharapkan penelitian dapat langsung dimulai begitu diterima dalam program ini.

Hal ini yang menjadi perbedaan mendasar antara Program MBR dengan reguler. Pada program reguler, mahasiswa diperkenankan untuk mencari pembimbing penelitian setelah memasuki program pascasarjana. Meskipun demikian, matakuliah yang bersifat wajib tetap harus diikuti, untuk menjamin program learning outcome tetap terjaga. 

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini