SURABAYA- Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dikenal dengan mahasiswanya yang selalu menghasilkan penemuan-penemuan yang penting. Seperti pembuatan vas berbahan beton menggunakan limbah fly ash (abu terbang).
Nah empat mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri, Departemen Teknik Material, Departemen Teknik Komputer, dan Departemen Arsitektur ITS berkolaborasi membuatnya.
Mereka yakni Muhammad Fahlul Alhabsy, Daniel Arya Wikanindita, Muhammad Faruq Saputro, dan Shalahuddin Akbar Aviecena. Mereka berhasil membuat gagasan tersebut menjadi sebuah bisnis vas yang diberi nama Kindcrete.
Baca Juga: SNMPTN 2021, Apa Bedanya Institut dan Universitas?
“Nama ini merupakan akronim dari dua kata bahasa Inggris, kind dan concrete, yang berartikan beton yang ramah,” ungkap Muhammad Fahlul Alhabsy atau yang biasa disapa Fahlul dalam keterangannya dikutip dari laman ITS pada Senin (11/1/2021).
Selaku ketua tim, Fahlul menjelaskan bahwa inovasi bisnis ini dilatarbelakangi oleh limbah fly ash yang dianggap berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Apalagi jumlah pemanfaatan fly ash yang masih minim, mengingat terdapat 1.046.560 ton fly ash yang belum diolah oleh PT PLN. “Ditambah sustainable product yang tersedia di Indonesia juga terbatas,” beber Fahlul.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Fahlul dan tim mencoba mendayagunakan limbah fly ash yang ada dengan teknik solidifikasi. Teknik ini dipilih untuk menjadikan produk bernilai jual tinggi yang aman bagi lingkungan “Produk ini diharapkan menjadi produk ramah lingkungan yang berimbas kepada gaya hidup modern yang berkelanjutan,” ujarnya.