UNP melihat sekarang WHO sudah memutuskan virus korona sebagai endemi. "Ini perlu kita sikapi jangan sampai kecolongan. Pertumbuhannya melonjak sejak dirilis oleh pemerintah. Sempat muncul isu di Kota Padang, maka ini akan jadi hal yang tak baik karena kita lihat warga kota masih keluar masuk Kota Padang," katanya.
"Warga Kota Padang juga masih kemana-mana karena virus ini bisa menular sentuhan langsung. Sehingga kita wajibkan satu bulan kedepan tidak ada perkuliahan face to face namun melalui platform e learning UNP. Yang penting proses akademik tak terganggu," katanya.
Ia juga mengimbau mahasiswa agar menghindari acara berkumpul ramai-ramai. "Walaupun virus ini belum ada disini, namun kita tetap harus waspada dengan menjaga daya tahan tubuh," tuturnya.
Menurutnya UNP mau menunda wisuda, namun karena memikirkan kepentingan masyarakat, maka ini adalah kegiatan keramaian terakhir di UNP. "Edaran yang kita keluarkan berlaku mulai besok. Kita lihat situasi dalam satu bulan ini. Untuk langkah berikutnya baru kita ambil keputusan lagi. Namun untuk saat ini kita wajibkan dulu untuk tidak ada face to face," paparnya.
(Salman Mardira)