"Tidak mungkin kita mengejar pertumbuhan ekonomi tapi mengabaikan keberlanjutan. Tidak mungkin juga kita takut terhadap kerusakan alam, tapi ekonomi tidak jalan. Ini harus seimbang, antara keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi," urainya.
Selain soal budidaya, Menteri Edhy menyampaikan kondisi terkini sektor perikanan tangkap. Di antaranya, KKP sedang mengevaluasi sejumlah aturan karena dinilai menyulitkan nelayan dan pelaku usaha. Kemudian tentang aplikasi Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) dibawah pengawasan Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT). Dengan adanya SILAT, proses izin kapal di atas 30 GT menjadi lebih mudah dan cepat. Dari yang tadinya 14 hari, menjadi satu jam saja.
"Benar masih perlu ada perbaikan (untuk SILAT). Tapi satu langkah ini sudah, membuat percepatan ekonomi. Izin menjadi lebih mudah dan cepat," terangnya.
Kehadiran Menteri Edhy di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) untuk menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertemakan Menata Kebangkitan Indonesia Sebagai Negara Maritim. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa pasca-sarjana kampus tersebut.
(Awaludin)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik