Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Korona Menyebar ke Luar China, Pakar Paru-Paru UGM: Jangan Panik

Rani Hardjanti , Jurnalis-Senin, 27 Januari 2020 |13:23 WIB
Virus Korona Menyebar ke Luar China, Pakar Paru-Paru UGM: Jangan Panik
Pengamanan Bandara (Okezone)
A
A
A

Virus corona yang menginfeksi pada manusia umumnya memunculkan gejala, seperti flu, batuk, demam, dan sakit kepala.

Pada orang dengan daya tahan tubuh kuat, gejala ini biasanya akan hilang atau sembuh dalam waktu tidak lama.

“Gejalanya sama persis seperti orang flu sehingga kadang membuat bingung. Namun, saat di hari kedua masih demam dan tiba-tiba sesak nafas harus segera dibawa ke rumah sakit, apalagi yang habis pulang dari China karena ada risiko terinfeksi,” tegasnya

Virus corona yang muncul di Wuhan, China, disampaikan Sumardi, merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pernafasan, seperti SARS dan MERS. Virus corona biasa dijumpai pada hewan, seperti musang, unta, dan kelelawar. Tidak hanya menginfeksi hewan, tetapi virus ini bisa menular dari hewan ke manusia serta dapat menular antar manusia.

Penyebaran virus corona antar manusia terjadi melalui sejumlah cara. Antara lain lewat udara dengan batuk dan kontak dengan berjabat tangan atau menyentuh benda dengan virus di atasnya.

“Virus corona ini baru muncul pada 2002 pada kasus SARS dan MERS pada 2012. Saat ini yang muncul bukan virus baru, tapi virus corona yang telah bermutasi dan karena mutasi jadi lebih berbahaya,” tutur Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr. Sradjito ini.

Dia menuturkan hingga saat ini belum ditemukan obat untuk virus corona. Namun demikian, tubuh dengan imunitas kuat virus ini dapat dilawan. Sementara pada orang dengan penyakit kronis, pengobatan dengan terapi suportif.

“Misalnya pada pasien jantung dengan memasang alat pacu jantung agar jantungnya tidak berhenti dan untuk pasien penyakit paru dipasang ventilator untuk memberikan bantuan nafas,” urainya.

Sumardi menyebutkan tidak pernah ditemukan kasus virus corona di tanah air. Meskipun begitu, upaya antisipasi pencegahan dan penyebaran virus corona perlu dilakukan oleh pemerintah dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Terlebih saat ini virus corona telah menjangkit hingga ke Singapura.

“Harus ada isolasi, pergi ke Singapura harus sangat dibatasi terutama pada warga Batam yang mudah keluar masuk Singapura lewat pelabuhan. Masyarakat Batam harus diberitahu risiko penularan corona ini,” ujarnya.

Apa virus Wuhan?

 

Seperti dikutip BBC, Virus korona Wuhan merupakan jenis virus korona lainnya, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

SARS yang disebabkan virus korona, menjangkiti 8.098 orang di China pada 2002-2003. Tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Virus Wuhan dan virus SARS memiliki gejala yang mirip. Pasien yang diduga terinfeksi virus akan mengalami demam tinggi, batuk, sesak pernapasan hingga bisa menyebabkan kematian.

Sejumlah negara memperketat bandara serta menyaring individu yang baru tiba dari China, khususnya Wuhan.

Singapura dan Hong Kong melakukan screening terhadap penumpang pesawat yang terbang dari Wuhan, China.

Pihak berwenang Amerika Serikat juga dengan sasaran para penumpang yang menggunakan penerbangan langsung atau terhubung dengan Wuhan.



(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement