Kisah para perempuan yang ditampilkan di dalam film 'Beta Mau Jumpa' menunjukkan adanya rasa saling percaya yang telah lama terbangun di antara warga sehingga mereka terbiasa untuk menitipkan kunci rumah kepada tetangga mereka yang berbeda kepercayaan. Ketika mereka pulang ke kampung halaman dan para ibu akan menjaga anak dari tetangga mereka ketika sang orang tua harus bekerja hingga larut malam.
“Ketika seorang anak dititipkan, berarti tetangganya tersebut tidak hanya menjaga tetapi juga memberi makan. Jadi, ada ingatan dalam benak mereka, bahwa mereka bisa hidup hingga sekarang karena kebaikan tetangga mereka yang Kristen atau Muslim itu,” kata Diah.
Sejarah panjang kehidupan bersama para warga terlepas dari kepercayaan mereka menciptakan apa yang ia sebut sebagai memori perdamaian, yang menjadi bekal bagi upaya rekonsiliasi pasca berakhirnya konflik. Memori perdamaian itulah, menurutnya, yang menjadikan Ambon berbeda dengan konflik yang terjadi misalnya di Sri Lanka atau Irlandia Utara.
Memori ini perlu diciptakan untuk memupuk perdamaian di tengah masyarakat dengan berbagai perbedaan yang dimiliki.
“Memori perdamaian adalah sesuatu yang harus dibuat di masa kini agar itu bisa terus diingat di masa depan,” ucapnya.
(Rani Hardjanti)