Menurutnya, pengalaman di Melbourne telah membekalinya pengetahuan etos kerja dan ini memudahkannya dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan di kantor PBB.
Pengalaman bekerja dengan orang Australia di Melbourne juga dianggap lebih bermanfaat, seperti yang diakui Steven Tandijaya, lulusan Victoria University di Melbourne.
"Saya pernah bekerja sebagai kasir, pramuniaga dan barista (di Australia). Saya dan teman saya juga pernah [buka] usaha kecil-kecilan jual martabak. Menurut saya pengalaman-pengalaman itu yang membuat saya bulat akan keputusan untuk terjun dalam dunia bisnis,” ujarnya.
Saat ini, Steven yang tinggal di Bandung sedang menjalankan bisnis daur ulang. Dalam bisnis tersebut, dia bertugas mengumpulkan sampah botol plastik, mengolahnya menjadi kotak dan menjualnya ke pabrik tekstil.
Menurutnya, pengalaman bekerja paruh waktu yang ia lakukan saat sekolah di Australia telah mengasah kemampuan berkomunikasi dengan para pelanggannya.
"Dalam usaha limbah yang saya tekuni sekarang ini, saya harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan klien saya, yang kebanyakan adalah pabrik-pabrik," kata Steven.
"(Di Australia), saya belajar berkomunikasi dengan orang-orang di atas saya untuk menjual produk dagangan saya," tuturnya.
(Feby Novalius)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik