Share

Penanganan Banjir Harus Dimulai dari Sekolah

Vania Halim, Okezone · Minggu 05 Januari 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 05 65 2149477 penanganan-banjir-harus-dimulai-dari-sekolah-fJ2C4YjwKF.jpg Mobil Kebanjiran (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Agus Setiawan menyarankan persoalan bencana bukan hanya peran pemerintah, tetapi semua pihak termasuk masyarakat dan sekolah. Semuanya harus siap dan mempunyai kapasitas dalam persiapan menghadapi bencana dan mampu menjaga kesehatan serta penanganan masalah kesehatan pascabencana.

Semua bisa diawali penerapannya di tingkat sekolah. Artinya memasukkan komponen kebencanaan dalam kurikulum sekolah, baik intra maupun ekstre kurikuler. Khususnya intra kurikuler dapat mengembangkan kompetensi menjadi sasaran belajar siswa yang nantinya dimasukkan dalam mata pelajaran.

Jalan Panjang Masih Terendam Banjir 

Melansir dari laman ui.ac.id, Minggu (5/1/2020), Agus mengatakan dalam menjalankan strategi itu, para guru diberi kebebasan untuk memasukkan sasarn belajar dan pelajaran terkait kebencanaan.

Selain itu, dapat membentuk kader kesehatan sekolah lewat program UKS. Melalui program ini, siswa dilatih bagaimana persiapan menghadapi bencana seperti banjir, menjaga kesehatan, dan penanganan setelah banjir.

“Setelah dilatih, mereka bisa mensosialisasikannya ke teman-teman lain di sekolah dan keluarga,” ucapnya.

Jalan Panjang Masih Terendam Banjir 

Untuk tingkat komunitas, pendekatannya bisa lewat individu, keluarga dan masyarakat. Pendekatan individu dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk pasien-pasien yang datang ke puskesmas. Untuk tingkat keluarga, bisa lewat kegiatan home visit atau kunjungan rumah untuk keluarga yang berisiko terkena banjir dan mengalami masalah kesehatan akibat banjir.

“Untuk pendekatan masyarakat, bisa lewat forum-forum yang ada di masyarakat seperti posyandu, posbindu, PKK, dan lainnya. Penting juga melatih kader kesehatan di masyarakat untuk topik-topik terkait bagaimana persiapan menghadapi banjir, menjaga kesehatan selama banjir dan penanganan masalah kesehatan setelah banjir. Kader kesehatan dan tokoh masyarakat juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang mitigasi bencana dan penanganan awal jika terjadi musibah banjir,” pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini