Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menristek Bambang Dorong Gerakkan Program Quick Win, Apa Itu?

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Rabu, 30 Oktober 2019 |12:36 WIB
Menristek Bambang Dorong Gerakkan Program <i>Quick Win</i>, Apa Itu?
Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com/Kemenristek)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengadakan rapat pemantapan ekosistem riset, teknologi, dan inovasi di Indonesia.

Dalam rapat ini, turut diundang pimpinan eksekutif atau chief executive officer (CEO) dari lima perusahaan berbasis teknologi dan tujuh perusahaan investasi atau venture capital (VC) dalam negeri.

Baca Juga: Menristek Bambang Panggil CEO Tokopedia Hingga Grab, Hasilnya Apa?

Menurut Menteri Bambang, undangan ini dimaksudkan agar para CEO tersebut dapat memberikan saran terkait program percepatan (quick win). Hal ini diperlukan Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kompetisi Indonesia dalam bidang teknologi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menristek Bambang Brodjonegoro

Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan bahwa program quick win diperlukan untuk mendorong inovasi yang mungkin masih menjadi kelemahan Indonesia dalam pengembangan ekonomi nasional.

Baca Juga: 4 Fakta Menristekdikti Bambang, Mantan Menkeu yang Dapat Tugas Baru

"Salah satu faktor yang dianggap tertinggal di Indonesia itu adalah di parameter inovasi. Rankingnya relatif rendah, berarti kita perlu mengidentifikasi program-program quick win untuk memacu ranking inovasi agar lebih besar, sehingga nantinya bisa membantu ranking dari daya saing Indonesia sendiri," ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Ia pun menjelaskan mengapa program quick win tersebut harus dilaksanakan. Menurutnya, jika melihat ranking Global Competitiveness Index Indonesia, belakangan ini terus menurun dari yang pernah paling tinggi 36 Bahkan, lanjutnya, pantauan terakhir Indonesia menempati ranking 50.

Menteri Bambang juga mengungkapkan program quick win ini juga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi menjadi unicorn yang bervaluasi lebih dari satu miliar Dollar Amerika Serikat.

"Kami juga berkepentingan untuk melahirkan lebih banyak startup yang berbasis teknologi atau technopreneurs," ujarnya.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement