Share

Begini Fakta di Balik Misteri Novel Terkenal Frankenstein

Rizqa Leony Putri , Okezone · Jum'at 01 November 2019 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 65 2123532 begini-fakta-di-balik-misteri-novel-terkenal-frankenstein-NyqvdTOipd.jpg Ilustrasi Frankenstein. (Foto: Okezone.com/Britannica)

JAKARTA - Sudahkah kamu membaca novel Frankenstein? Novel gothik karya penulis Mary Shelley ini bisa membuat siapapun terkejut dengan ceritanya ketika membaca pertama kali.

Sang penulis, Mary Shelley, baru menginjak usia remaja ketika dia menulis draf pertama ceritanya tentang seorang dokter yang menciptakan monster yang terbuat dari bagian mayat. Meski begitu, Mary Shelley sangat mengenal ilmu kedokteran pada masanya.

Baca Juga: Sinopsis Film Victor Frankenstein, Ilmuwan Gila si Pencipta Monster

Dua tahun sebelum Mary Shelley lahir, ibunya sang filsuf Mary Wollstonecraft, melemparkan dirinya sendiri dari sebuah jembatan di atas Sungai Thames di London. Dia menjadi sangat tertekan dan telah menulis dalam surat tidak lama sebelum usahanya bahwa dia berharap dia tidak akan 'dicabut dari kematian'.

Mary Wollstonecraft ternyata ditakdirkan untuk bergabung dengan barisan orang-orang yang diselamatkan karena tenggelam. Sekelompok tukang perahu menarik tubuhnya yang tak sadarkan diri keluar dari air dan berupaya menyadarkannya.

Frankenstein

"Saya hanya perlu menyesali bahwa ketika kepahitan kematian telah lewat, saya secara tidak manusiawi dihidupkan kembali dan hidup menderita," tulisnya usai berhasil diselamatkan.

Dua tahun kemudian ia meninggal dunia sekitar 10 hari setelah melahirkan Mary Shelley. Resusitasi dan keputusannya untuk diselamatkan bergema melalui Frankenstein, di mana tragedi terburu-buru untuk membuat keluar dari kematian.

Baca Juga: Novel 'Ibu, Doa Yang Hilang' Bakal Diangkat ke Layar Lebar

Melansir Britannica, Jakarta, Jumat (1/11/2019), pengaruh ilmiah besar kedua yang didapat Mary Shelley berasal dari bidang elektrofisiologi yang muncul. Dimulai dari ilmuwan Italia Luigi Galvani yang menemukan bahwa dengan melewatkan arus listrik dari badai penerangan atau mesin listrik melalui saraf katak mati, kaki katak dapat dibuat untuk menendang dan bergerak-gerak.

Beberapa tahun kemudian, keponakan Galvani yang merupakan fisikawan Giovanni Aldini, menggabungkan penemuan pamannya dengan penemuan Alessandro Volta (penemu baterai listrik pertama) untuk melakukan serangkaian eksperimen dan demonstrasi dramatis di seluruh Eropa. Ia menggunakan arus listrik untuk merangsang gerakan di dalam tubuh hewan yang dipotong-potong.

Pada Januari 1803, Aldini mengalirkan arus listrik ke mayat George Foster, seorang terpidana yang baru-baru ini dieksekusi karena menenggelamkan istri dan anaknya. Tubuh tersentak, dan mengalirkan arus ke wajah menyebabkan rahang mengepal dan mata terbuka, tampak seperti hidup kembali.

Demonstrasi Aldini tersebut memicu penyelidikan ilmiah dan filosofis baru ke dalam sifat kehidupan. Sementara itu, Mary Shelley mulai tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan ini pada musim panas 1816 ketika dia menulis draf pertama Frankenstein.

Bersama suaminya Percy Bysshe Shelley, tetangganya Lord Byron, serta dokter pribadinya John Polidor, mereka membuat suatu percakapan filosofis yang luas yang menyentuh penyelidikan ilmiah tentang sifat kehidupan, termasuk galvanisme. Lord pun menantang setiap anggota kelompok untuk membuat cerita hantu.

Hal inilah yang membuat Mary Shelley menanggapinya dengan menenun fantasi dan fakta ilmiah dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia pun berhasil menciptakan karya agung yang telah memesona dan membuat takut pembaca selama beberapa generasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini