Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Muda-mudi Swedia lebih Suka Tinggal Sendirian?

Kenapa Muda-mudi Swedia lebih Suka Tinggal Sendirian?
Mahasiswa di Swedia (BBC Indonesia)
A
A
A

Sementara itu, Palang Merah telah meningkatkan sumber dayanya untuk menanggulangi masalah kesepian bagi berbagai kelompok usia.

Sebuah start-up Nordik, No Isolation, telah berkampanye agar pemerintah menunjuk seorang menteri penanggulangan kesepian.

Masalah ini juga dibicarakan dalam berbagai diskusi tentang aktivitas integrasi, pasalnya Swedia sering berada di papan ranking terbawah dunia dalam hal kemudahan untuk menjalin pertemanan.

Lalu, ada pula perdebatan umum yang semakin sering dibicarakan tentang apakah perubahan kebiasaan orang Swedia dalam bermukim dan bersosialisasi mampu menanggulangi masalah kesepian.

Di kota-kota besar, perdebatan ini diejawantahkan ke dalam sebuah bentuk gerakan yang mengkampanyekan gagasan tinggal bersama.

Laporan tahun 2014 oleh konsultan inovasi United Minds menunjukkan bahwa hampir separuh warga usia 18-35 tahun di Stockholm akan sangat tertarik untuk tinggal bersama teman atau orang asing di luar keluarga dekat mereka. Katarina mengatakan bahwa riset yang dilakukan perusahaannya sendiri mendukung temuan tersebut.

Mungkin saja ini bukan kebetulan, bahwa tren tinggal bersama mulai mengemuka berbarengan dengan ledakan berbagai aplikasi yang menawarkan berbagai cara inovatif untuk mendorong warga Swedia bersosialisasi.

Salah satunya adalah Panion, yang mengizinkan penggunanya untuk mencari teman yang memiliki minat serupa dan bergabung ke dalam kelompok aktivitas. Selain itu ada GoFrendly, platform khusus perempuan yang mencocokkan penggunanya dengan orang-orang berpola pikir sama di kawasan tempat mereka tinggal.

Jumlah ruang kerja bersama alias co-working space pun mulai menjamur, menggambarkan peningkatan jumlah warga Swedia yang memulai bisnis mereka sendiri atau bekerja sebagai pekerja lepas, namun tetap mencari komunitas untuk berbagi ruang.

Meski demikian, akan menjadi seumum apakah kebiasaan tinggal bersama di Swedia? Jawabannya masih terus didiskusikan.

Katrine Bimell, yang turut dalam kebiasaan baru untuk tinggal bersama, mengatakan bahwa orang-orang sudah sering mendiskusikan konsep tinggal bersama di berbagai pesta "sejak beberapa tahun lalu" dan ia yakin bahwa kebiasaan itu akan terus berkembang.

"Ada reaksi yang muncul dari orang-orang yang mencari konteks berbeda dari gagasan untuk tinggal terpisah dari orang tua," ungkapnya.

"Dan ini (terjadi) di antara berbagai komunitas. Tampaknya, (rumah tinggal bersama) mulai tersebar di sini dan di seantero kota."

Sementara itu, banyak anak muda Swedia yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin melewatkan pengalaman untuk tinggal sendiri.

"Di Swedia, kami suka dengan sifat individual kami. Saya rasa ini hal yang bagus - kami tidak seketergantungan orang lain," kata Jonna Lundin, yang pindah ke apartemen satu-kamarnya di Stockholm saat berusia 19 tahun untuk kuliah.

"Bagi saya, ini menjadi cara untuk mengenal diri saya lebih baik, dan mengetahui apa keinginan saya, apa yang saya sukai dan apa yang tidak."

Kekasihnya baru-baru ini pindah bersamanya. Akan tetapi, ia mengaku jarang merasa kesepian atau bosan ketika masih tinggal sendiri. Ia tidak bisa membayangkan harus kembali tinggal bersama orang tuanya atau hidup di rumah bersama jika hubungannya dengan sang kekasih kandas.

Sementara di Vällingby, Ida Staberg mengatakan bahwa bahkan setelah perjuangannya melawan kesepian yang ia rasakan, ia tidak mau menukar pengalaman yang dilaluinya.

"Meski terkadang sulit dan terasa sepi… hal itu mengajarimu banyak hal dan membantumu tumbuh," ujarnya. "Maka, saya rasa itu adalah hal yang positif".

Ucapannya mengingatkan pada peribahasa Swedia: "ensam är stark" - "sendiri itu kuat".

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement