Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tumbuhan Venus si Pemakan Lalat, Ternyata Ada 600 Spesies Lainnya

Adhyasta Dirgantara , Jurnalis-Jum'at, 18 Oktober 2019 |06:05 WIB
Tumbuhan Venus si Pemakan Lalat, Ternyata Ada 600 Spesies Lainnya
Tanaman Pemakan Serangga (Foto: Drimestime)
A
A
A

JAKARTA - Kebanyakan orang akrab dengan Venus si pemakan lalat. Berukuran kecil dan tampak tidak menyenangkan, tanaman itu biasanya dijual sebagai barang baru, dan banyak anak hingga orang dewasa yang penasaran dengan cara memicu perangkap yang menyeramkan itu dengan pensil untuk melihat responsnya yang luar biasa cepat.

Namun, dilansir dari Britannica, tanaman karnivora tidak sebatas Venus si pemakan lalat yang terkenal itu saja. Faktanya, ada lebih dari 600 spesies tanaman karnivora yang memiliki kemampuan untuk menangkap dan mencerna mangsa telah berkembang secara independen setidaknya enam kali di antara tanaman berbunga!

Baca Juga: Sejarah Transfusi Darah Dimulai pada 1666, Siapa Pencetusnya?

Karnivora pada tanaman adalah sifat yang berguna yang memungkinkan mereka bertahan hidup dalam kondisi tanah yang buruk, yang berarti bahwa mereka dapat mengeksploitasi habitat seperti rawa yang menantang bagi tanaman lain.

Tumbuhan karnivora bersifat fotosintesis dan tidak "memakan" serangga dan mangsa lainnya sebagai sumber energi. Sebaliknya, korban mereka digunakan untuk menambah nitrogen dan nutrisi lain yang tidak sering ditemui akarnya di lingkungan yang keras.

Baca juga: Roket Mars Starhopper Milik SpaceX Bakal 'Melompat' ke Angkasa

Pabrik-pabrik khusus ini menggunakan berbagai mekanisme untuk menangkap mangsa, mulai dari perangkap lubang perangkap pasif tanaman pitcher hingga daun perekat dari sundew dan butterwort hingga jebakan perangkap lalat Venus dan kandung kemih air. Sebagian besar tanaman karnivora menarik dan mencerna serangga dan invertebrata lainnya, tetapi beberapa tanaman pengumpan besar diketahui mencerna katak, tikus, dan vertebrata lainnya.

Mengingat bahwa sebagian besar tanaman yang luar biasa ini terbatas pada wilayah geografis yang sempit, banyak yang terancam oleh hilangnya habitat atau terlalu banyak yang mengoleksinya dan dianggap sebagai spesies yang terancam punah.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement