Sedangkan, limbah kulit hewan Crustacea seperti udang, kepiting, dan rajungan, memiliki kandungan zat kitosan. Zat ini yang memiliki sifat seperti dapat terbiodegradasi, tak beracun, dan mampu mengadsorpsi.
Zat selulosa dan kitosan inilah yang kemudian dipadukan oleh Ghozi untuk membuat filamen 3D printing yang ramah lingkungan. Meskipun dapat terurai sewaktu-waktu, Ghozi mengungkapkan zat kitosan yang digunakan dalam filamen berpengaruh pada peningkatan kekuatan filamen. Selain itu, Ia menjelaskan kitosan juga dapat meningkatkan ketahanan filamen terhadap bakteri.
Mahasiswa ITS juga menjelaskan bahwa inovasinya tersebut masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, ia berharap bahwa kedepannya penelitian tersebut dapat disempurnakan oleh pihak lain.
(Rani Hardjanti)