Masuk ke proses desain, keyboard tersebut sudah memenuhi kategori efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE) sesuai basis ergonomi.
“Untuk itu, tim DEFBoard harus mengatur kemiringan keyboard, lengkungan, hingga penataan tombolnya dengan penuh pertimbangan,” terang Sangki ketua tim dari DEFBoard dikutip dari laman resmi ITS, Sabtu (12/10/2019).
Kemiringan keyboard menggunakan konsep pada pedal rem dan gas mobil. Sebab sudut kemiringan pedal pada mobil dinilai pas dan ergonomis bagi kaki, sehingga mengetik menggunakan kaki juga akan terasa nyaman. Tombol pada DEFBoard dicetak menggunakan kostumisasi printer 3D, di mana terdapat lengkungan yang menyesuaikan bentuk jempol kaki manusia.

Setelah desain dan bentuk riil dari DEFBoard usai dibuat, tim kemudian masuk ke proses integrasi komponen DEFBoard dengan komputer. Pada tahap ini dilakukan proses coding, sehingga DEFBoard siap digunakan untuk mengetik dengan komputer. Sebelum merilis keyboard tersebut, tim sudah melakukan pengujian terlebih dahulu.
Yang pertama, pengujian ke pengguna awal di mana tim melihat seberapa efektif inovasi mereka digunakan oleh orang-orang yang kali pertama merasakan mengetik dengan kaki. Pengujian kedua, tim mengamati bahwa akurasi dan kecepatan ketik pengguna meningkat. Karena kebanyakan pengguna baru masih sulit memahami, sehingga kecepatan ketik awalnya sangat pelan.
Kekurangan tersebut bisa ditutupi dengan dilakukan training lebih dulu, sehingga pengguna menjadi terbiasa mengetik dengan DEFBoard.
Baca Juga: Hasil Studi, Minum Teh Baik bagi Kesehatan Otak
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik