Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dear Milenial, Ini Cara Keluar dari Tekanan Hidup yang Bertubi-tubi

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Rabu, 09 Oktober 2019 |15:22 WIB
<i>Dear</i> Milenial, Ini Cara Keluar dari Tekanan Hidup yang Bertubi-tubi
Cara Atasi Tekanan yang Bertubi-tubi (Foto: Okezone.com/Leony)
A
A
A

JAKARTA – Putus asa karena skripsi yang tak kunjung selesai, sulitnya pekerjaan, putus cinta hingga belum mendapatkan jodoh bisa menimbulkan stres tingkat tinggi. Dalam mengatasi masalah, banyak orang terjebak dengan mengambil tindakan ekstrim yang justru merugikan diri sendiri.

Salah satunya adalah fenomena bunuh diri yang saat ini semakin marak terjadi. Kebanyakan orang mengaitkan bunuh diri dengan desakan hidup dan keputusasaan.

 Baca Juga: Banyak Pasien Gangguan Jiwa Bunuh Diri Meski Sudah Terapi, Kenapa?

Fenomena bunuh diri dianggap sebagi sinyal betapa sulitnya kehidupan manusia dan besarnya penderitaan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, keterampilan mengatasi berbagai kesulitan dan tekanan dalam hidup sangat diperlukan setiap orang.

Senada, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Sylvia Detri Elvira, SpKJ(K) mengungkapkan bahwa kaum muda saat ini sebaiknya mengenali, merawat, dan mencintai diri sendiri agar terhindar dari risiko bunuh diri.

 Baca Juga: Jasad Pria Penuh Luka dan Kaki Patah Ditemukan di Sungai Pemalang

"Dengan mengenali diri sendiri sebagai individu, termasuk kekuatan, kelemahan, motivasi dan juga emosi, kita dapat mencintai diri kita sendiri," kata dr. Sylvia, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

 Fenomena Bunuh Diri

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement