Bagus dan diaspora lainnya yang pulang ke Indonesia akan meningkatkan kultur dan iklim akademis di Indonesia menjadi setara bahkan lebih baik dari di luar negeri. Dalam kapasitasnya untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul, beberapa Universitas di Indonesia sudah berhasil.
"Saya adalah produk ITB yang kini mengajar di top 1% universitas terbaik dunia, artinya kita bisa. Namun iklim akademis yang baik akan membawa hasil riset menjadi tumpuan evidence-based policies yang sangat dibutuhkan guna meningkatkan daya saing dan inovasi bangsa," ujarnya.

Lewat Indonesia Doctoral Training Partnership yang dibentuk atas kerjasama pemerintah Indonesia dan the University of Nottingham dimana dirinya bekerja, Bagus dan diaspora lainnya mencoba menjadi agen pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi lewat pelatihan pelatihan yang sesuai dengan prioritas pembangungan bangsa. "Sehingga lambat laun, masyarakat Indonesia memiliki bibit bibit SDM baru yang unggul yang dapat menjawab tantangan khas Indonesia," tuturnya.
Bagus berharap dalam pengembangan SDM di Indonesia tidak harus dengan diskusi publik serta retorika-retorika tidak konstruktif yang masih sarat dengan nada rasisme, seksisme dan lain sebagainya, kemudian menggantinya dengan dialog substantif yang berdasarkan fakta.
"Sains dapat membantu melatih masyarakat untuk berpikir logis dan akhirnya tidak gampang di ombang ambing oleh hoax. Dengan demikian masyarakat kita yang memiliki SDM unggul juga sukses menjalani revolusi mental dalam arti yang sebenarnya," katanya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik