DEPOK - Pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 turut serta mendukung peningkatan kemajuan teknologi Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ). Universitas Terbuka (UT) sebagai pionir dałam PTTJJ melalui penyelenggaraan online mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa ada batasan ruang dan waktu.
Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D mengatakan, sejauh ini UT terus melebarkan sayapnya melalui kerja sama yang solid dałam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, serta mitra dari berbagai instansi untuk peningkatan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Online Learning.
"Kami akan tawarkan apa yang dibutuhkan masyarakat, Learning kontennya apa saja dan itu menjadi konvensi bahan ajar kita secara online," kata Ojat Darojat, usai acara 'Dies Natalis Vokasi UI ke-11, di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia (UI), Senin (22/7/2019).
Baca Juga: Vocademia UI Raih Medali Emas di Polandia, Kalahkan Amerika hingga Malaysia!
Melalui kerja sama ini, dia berharap dapat mendukung arahan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada pengembangan pembelajaran dałam jaringan dałam bentuk hybrid atau blended learning berbasis online dengan merujuk pada Peraturan Menteri tentang standar Pendidikan Jarak Jauh.
"Tantangan sekarang masih literasi levelnya dari para pengguna atau calon pelatihan tersebut dan itu perlu kita edukasi terlebih dahulu. Contohnya ada orang pintar ngelas punya sertifikasi ngelas tetapi kemampuan literasi levenya kurang oleh kita di edukasi supaya pintar memanfaatkan layanan online," jelasnya.
Baca Juga: Tim Peneliti FMIPA UI Temukan Bakteri Genus Baru di Mata Air Panas Cisolok
Adanya kendala keterbatasan jaringan dan sumber daya manusia, pihaknya saat ini masih mencari formula jitu untuk mengatasinya, oleh karena itu Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh dibutuhkan sistem yang baik.
"Kemudian di daerah tertentu juga terkait masalah jaringan belum merata dan harus cari solusi jika perlu ada orang ketiga supaya kerja sama UI dan UT bisa terselenggara bukan hanya di kota tapi daerah-daerah lain," tuturnya.