JAKARTA – Menjadi peserta undangan untuk bertanding di Shell Eco Marathon (SEM) Eropa adalah suatu prestasi dan impian tersendiri bagi semua mahasiswa yang bergelut di bidang otomotif baik dari Indonesia maupun negara lain. Tahun ini, giliran Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang beruntung untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, di balik prestasi ini ternyata terdapat perjuangan keras dari para anggotanya.
Baca Juga: Pertama di Dunia, Ilmuwan RI Teliti Dampak Geoengineering Radiasi Matahari
Dosen pendamping SEM Eropa 2019 di London yang sekaligus Kepala Departeman Teknik Material dan Metalurgi, Dr Agung Purniawan ST MEng mengaku bahwa sebenarnya ide mobil hidrogen Antasena ini sudah mulai digagas sejak 2009. Kemudian pada 2012 dan 2014 mobil tersebut sukses mengikuti SEM Asia.
“Namun sayangnya, masih belum bisa mencapai garis finish,” ujar Agung, dalam keterangan tertulis ITS, seperti dikutip Rabu (10/7/2019).
Baca Juga: Mengolah Limbah Jadi Bahan Baku Beton, Ini Cara Kerjanya
Setelah cukup lama tidak ada aktivitas, Agung bercerita, sekitar tiga tahun lalu beberapa mahasiswa meminta izin menghidupkan Antasena kembali.