Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaet Legiun Veteran RI, Kemendikbud Aplikasikan Pendidikan Karakter

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 13 Mei 2019 |12:21 WIB
Gaet Legiun Veteran RI, Kemendikbud Aplikasikan Pendidikan Karakter
Kemendikbud (foto: Taufik/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) melakukan penandatanganan MoU terkait pendidikan karakter di Gedung D Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Marsda TNI (Purn) FX. Soejitno dan Direktur Jenderal (Dirjen), GTK Kemendikbud, Supriano.

Baca Juga: Kemendikbud: Yogyakarta Bisa Jadi Destinasi Wisata Sejarah Muhammadiyah

Sekjen Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purn) FX. Soejitno mengatakan dirinya sangat senang dengan penandatanganan MoU ini. Karena apa yang akan dikerjakan ini tidak mudah.

"Apa yang kita kerjakan ini bukan kerja yang mudah. Bagi kami kerja ini bagaikan tsunami, karena dengan tenaga kami yang hampir habis. Namun semangat kami yang masih mendorong melakukan hal ini," ujarnya, Senin (13/5/2019).

Dia menuturkan, perlunya penandatanganan MoU ini, agar negara Indonesia tidak melenceng dari apa yang telah dicita-citakan. Di mana arus globalisasi sudah masuk di Indonesia.

kemendikbu

"Maka itu, dengan sisa tenaga yang ada, kami akan membantu anak, cucu kita. Ke depannya kita bekali anak-anak agar tidak terkena arus globalisasi. Dan kami melakukannya tidak hanya 1 tahun atau 100 tahun, tapi 1.000 tahun," tutur dia.

Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano menyatakan bahwa memang tantangan pendidikan ke depannya sangat berat dari internal dan eksternal. Contohnya dari internal mutu pendidikan ini belum merata dari kota dengan daerah-daerah terpencil sangat jauh berbeda.

"Sedangkan untuk eksternal tantangannya yakni revolusi 4.0 mulai masuk ke Indonesia. Di mana nantinya restoran pelayanannya dengan menggunakan robot. Jadi teknologi bukan tidak penting, tapi harus bisa memilah dan dengan niat yang baik," ungkap dia. (rhs)

(Risna Nur Rahayu)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement