Nasir mencontohkan, sebuah perguruan tinggi di Arab Saudi kini masuk dalam peringkat atas di dunia internasional. Padahal, sebelumnya perguruan tinggi itu peringkatnya berada di bawah Indonesia.
"Contoh Arab Saudi. Ada perguruan tinggi yang saya rasa dulu di bawah kita jauh, pada 2008-2009, tapi sekarang mereka sudah di angka (peringkat) 189 dunia. Apa yang mereka lalukan? Ternyata staff mobility mereka, dosen asingnya ada 40 persen yang melakukan riset bersama," jelasnya.
"Pertanyaannya (bagaimana) Indonesia. Sekarang kita lihat di Undip lah. Berapa dosen asingnya? Kalau enggak ada berarti belum. Ini harus kerja keras. Untuk mencapai hal itu maka staff mobility, student mobility, menjadi sangat penting. Kalau staff mobility baik academic reputation makin baik," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik