Share

Kisah Mahasiswa yang Dapatkan Pekerjaan Impian setelah Drop Out

Minggu 10 Februari 2019 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 08 65 2015234 kisah-mahasiswa-yang-dapatkan-pekerjaan-impian-setelah-drop-out-np10FX5IFu.jpeg Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)

Setelah drop out dari kampus, Adi melamar kerja di berbagai perusahaan tanpa gelar sarjana. Dia berani mengajukan diri untuk posisi yang mensyaratkan kandidat tenaga kerja harus punya ijazah S1. “Tapi, saya tetap nekat melamar kerja dengan modal pengalaman,” kata Adi. Pada saat wawancara pun Adi selalu jujur menyatakan tidak menyandang gelar sarjana.

Suatu kali, Adi tidak bisa melanjutkan tahap seleksi kerja karena terganjal masalah ijazah. Tapi di lain waktu, dia akhirnya bisa diterima bekerja di perusahaan lain. Hingga saat ini, Adi pernah masuk dan bekerja di empat perusahaan bermodal pengalaman saja. Dia sempat menjadi penulis dan editor. Namun, Adi menganggap hal ini bukan sebuah keberuntungan. Selain itu, tidak ada campur tangan “orang dalam” juga. “Saya percaya mereka cukup fair menilai kualitas calon pegawai berdasarkan kemampuan, bukan degree,” ujarnya.

Sampai hari ini, Adi belum berencana sekolah lagi. Sebenarnya dia menganggap gelar sarjana itu penting, salah satunya untuk melamar kerja. Tapi, bagi Adi, kemampuan lulusan universitas untuk menjadi problem solver di tempat kerja adalah hal yang terpenting. Keahlian ini bisa diasah di luar institusi.

Pengalaman sebagai mahasiswa drop out mungkin menjadi noda dalam perjalanan hidup. Tapi, hal itu bukan akhir dari segalanya. Orang-orang seperti Reza dan Adi mau bekeja keras, belajar tanpa henti di luar kampus, dan mendapat pekerjaan impian dengan caranya sendiri.

kampus

Kita juga bisa meneladani kisah mahasiswa drop out yang sukses mencapai puncak karier bahkan berada di pucuk pimpinan perusahaan. Di Indonesia, ada Sofian Hadiwijaya, Co-founder Pinjam.co.id yang hanya merasakan bangku kuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Bina Nusantara selama dua semester. Dia mengalami masalah ekonomi sehingga harus putus sekolah dan bekerja untuk bertahan hidup di ibukota.

Kejadian buruk yang menimpa Sofian justru membuatnya menjadi “mahasiswa” di luar kampus. Dia belajar ilmu informatika secara otodidak dengan mengerjakan tugas kuliah orang lain. Sofian juga belajar sambil mengajar IT di Binus Center.

Setelah drop out dari kampus, Sofian sering mendapat tawaran pekerjaan karena dianggap mampu menjadi instruktur IT yang baik. Namun selalu terganjal masalah ijazah. Akhirnya, Sofian mendapat pekerjaan di perusahaan yang tidak mempermasalahkan titel dan percaya dia mampu bekerja sebagai pegawai handal. Pelajaran dari pengalaman bekerja dijadikan modal untuk membangun perusahaan startup.

Pengalaman pernah drop out dari kampus tidak menghalangi Sofian untuk terus bekerja dan berkarya. Dia percaya setiap orang punya rezeki masing-masing. “Mungkin saya memang ditakdirkan menjadi pengusaha. Bill Gates pun pernah bilang tidak masalah kalau pernah DO, tapi bisa mempekerjakan orang-orang yang pernah lulus kuliah,” kata Sofian. Menurut Sofian, hal yang terpenting adalah bagaimana kita melihat diri sendiri. “Jangan pernah minder. Ketika berhadapan dengan orang besar, lulusan universitas ternama dan dari luar negeri, kita bisa ajak mengobrol, bertukar pikiran. Jadi kita akan dianggap setara,” kata dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini