Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Mahasiswa yang Dapatkan Pekerjaan Impian setelah Drop Out

Kisah Mahasiswa yang Dapatkan Pekerjaan Impian setelah <i>Drop Out</i>
Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Banyak orang mengejar gelar sarjana demi mendapat pekerjaan yang lebih baik. Banyak perusahaan mencantumkan syarat titel S1 untuk kandidat tenaga kerja yang ingin mendapat posisi mentereng di kantor, fasilitas komputer terbaik dan kesempatan lebih besar untuk mengikuti pelatihan pimpinan perusahaan.

Namun, apa jadinya bila seorang calon sarjana gagal menyelesaikan studinya? Di luar negeri, Bill Gates dan Mark Zuckerberg menjadi contoh mereka yang sukses meskipun drop-out dari universitas. Di Indonesia, cap sebagai mahasiswa drop out memang bukan hal yang bagus. Tapi, apakah mereka harus putus harapan untuk mendapat pekerjaan impian? Tentu saja tidak. Seseorang yang hanya memegang ijazah SMA tidak berarti berakhir menjadi “pesuruh” selamanya. Dia bisa saja belajar di luar institusi agar bisa dapat posisi di kantor yang setara dengan para sarjana.

Baca Juga: 5 Soft Skill yang Sulit Dipelajari di Bangku Kuliah

Dilansir dari laman Qerja.com, Reza Fajar punya cerita bagaimana mendapat pekerjaan impian tanpa menyandang gelar sarjana. Menjelang semester akhir, dia mengalami masalah ekonomi. “Sebelum mendapat ijazah S1 pertanian, saya magang di berbagai perusahaan. Tapi, memang tidak bisa menjadi karyawan tetap di sana,” kata Reza. Akhirnya, dia benar-benar harus drop out dari kampus.

Namun, Reza tidak berhenti berusaha. Dia mencoba melamar kerja ke satu lembaga zakat. Tempat ini menerima pegawai tanpa harus punya titel S1. Ternyata, Reza menikmati pekerjaanya sebagai funding retail atau kolektor zakat. “Saya menemukan passion saat bekerja di sini,” kata Reza yang sudah mendapat promosi dan kini mengemban tugas menangani mitra corporate di lembaga zakat tersebut. Selain bekerja di lembaga zakat, kini Reza juga sedang merintis usaha di bidang perancangan furniture untuk interior rumah.

kampus

Setelah menata kembali kehidupan dan perekonomiannya, Reza meneruskan kuliah dan berhasil mendapat gelar sarjana pada 2013. “Karena orangtua menginginkan saya punya gelar sarjana,” kata Reza. Namun, titel tersebut tidak berpengaruh pada jenjang kariernya. “Pengalaman, keterampilan dan kepatuhan (pada organisasi) yang membuat seseorang bisa mendapat promosi,” kata dia.

Selain Reza, ada pula kisah dari Adi, seorang manajer di perusahaan e-commerce yang tidak pernah menyelesaikan skripsi dan menebus ijazah S1-nya. Dia mengaku tidak menyelesaikan studi hukum di salah satu universitas negeri karena merasa kehilangan minat pada bidang tersebut. Maka, sejak masih berstatus mahasiswa, dia malah menyibukkan diri untuk bekerja sebagai sms content producer di sebuah media.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement